Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINERiauSUMATERA

Diduga Oknum Kades di Kecamatan Tapung Hulu Lakukan Pungli Modus Swadaya

×

Diduga Oknum Kades di Kecamatan Tapung Hulu Lakukan Pungli Modus Swadaya

Sebarkan artikel ini

Views: 59

PEKANBARU, JAPOS.CO – Salah satu oknum Kepala Desa Kecamatan Tapung Hulu diduga telah melakukan praktek pungli dengan modus perawatan jalan swadaya. Pasalnya, dana hasil pungli yang dilakukan oleh penjaga portal disetor langsung kepada oknum kepala desa tersebut.Hal ini langsung disampaikan oleh penjaga portal bernisial YG kepada awak media.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dari pantauan dilapangan (3/12/21), portal (ampang-ampang) yang bertempat dikampung Baru Dusun satu Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, diduga penjaga portal melakukan pengutipan kepada setiap  supir angkutan TBS ataupun pedagang pasar dengan nominal berpariasi.

Menurut keterangan penjaga portal (ampang-ampang) berinisial YG, ampang-ampang diduga milik oknum kades, sudah lama berjalan dengan pengelolaan swadaya.

“Angkutan bermuatan TBS dan pedagang yang lewat dari portal harus bayar dengan nilai berbeda, seperti mobil tronton 200ribu, Damtruk 50ribu-70 ribu, pedagang 2 ribu bayar setiap lewat saat angkutan bermuatan,” ungkapnya.

YG menyatakan hasil kutipan portal dinilai bisa mencapai 900 ribu/hari dan langsung disetor kepada Oknum Kades kerumahnya kadang dijemput oleh oknum Kades ketika pas kebulan lewat.

Hal itupun dibenarkan warga, pemilik angkutan serta supir angkutan bahwa ampang-ampang tersebut diduga milik oknum kades. Pihaknya pun mengakui setiap angkutan milik mereka harus bayar. “Tronton 200ribu,Coldisel 50-70 ribu saat bermuatan,” terang sumber saat dikonfirmasi.

Warga merasa kecewa atas pengelolaan ampang-ampang tersebut. Menurut warga tidak sesuai perawatan jalan dengan pendapatan.

Lanjut warga yang tidak bersedia namanya disebut, ampang-ampang yang dikelola warga di dalam seimbang  dengan perawatan baik itu gorong-gorong. Padahal, ditambahkan, tiga kali lipat pendapatan ampang-ampang yang dikampung Baru daripada pendapatan ampang-ampang yang didalam.Diteruskan, semestinya, jika dihitung dari nilai pendapatan ampang-ampang tersebut seharusnya jalan kampung baru sudah layak jadi aspal.

Dihari yang sama, warga bernisial MJ menyampaikan kepada awak media, setiap jalan gang memiliki ampang-ampang dan jalan poros. Sebelumnya ampang -ampang dibuat hasil musyawarah masyarakat demi perawatan jalan, jembatan dan gorong gorong.

“Ada puluhan titik ampang-ampang dibuat dan sudah puluhan tahun berjalan.Hasil ampang-ampang digunakan untuk pembuatan jalan,perawatan jalan secara swadaya.Hal ini perlu juga diperjelas bagaimana perjalanan anggaran DD dan anggaran kabupaten yang masuk untuk infrastruktur di Desa ini,”cetus MJ dengan kesal.

Warga menyebutkan, sangking semangatnya, Dusun 4 koto juang dan Dusun 3 Pabaso Desa Danau Lancang adalah kampung mandiri karena setiap pelaksanaan pembangunan semua swadaya masyarakat.

“Kampung ini, kampung mandiri, bangun jalan swadaya, bangun jembatan swadaya, bangun drainase swadaya bahkan sudah bangun balai dusun juga swadaya,”terang warga Dusun 3 Pabaso, Selasa (7/12/21).

Sementara Kades Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, berinisial AM saat dikonfirmasi  (6/12/21) melalui telepon seluler menyampaikan bahwa dirinya tidak ada hubungan dengan ampang-ampang, melainkan semua ampang-ampang kebijakan hasil musyawarah perdusun.

Kades menyebutkan, hasil pendapatan ampang-ampang  tersebut tidak pernah campuri. Itu dikelola masing-masing Dusun.

Sementara dana hasil kutipan yang Kades terima dari penjaga portal, dirinya membantah. Bahkan, Kades Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu, AM meminta cek kembali kelapangan siapa yang menyebutkan dirinya penerima dana hasil kutipan ampang-ampang.

“Yang berbicara mengatakan itu kira kira siapa orangnya Bang, biar kita dudukan sama-sama,” ujar AM dengan nada tegang.(Dh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *