Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Walikota Ajak Masyarakat Untuk Mencintai Budaya Lokal di Gelaran PAF ke-5

×

Walikota Ajak Masyarakat Untuk Mencintai Budaya Lokal di Gelaran PAF ke-5

Sebarkan artikel ini

Views: 34

PEKALONGAN, JAPOS.CO – Pekalongan Art Festival (PAF) kembali digelar Setelah tahun 2020 digelar secara virtual karena adanya pandemi Covid-19, PAF ke-5 Tahun 2021 ini akhirnya dapat digelar secara langsung, namun syarat untuk masuk pengunjung harus menunjukkan bukti vaksin dan nantinya panitia memberikan tiket untuk masuk area tersebut.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

PAF ke-5 yang akan digelar lima hari ke depan ini resmi dibuka oleh Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, Selasa malam (23/11/2021).

“PAF ke-5 ini akhirnya dapat digelar saat PPKM dan berjalan spektakuler meskipun dengan anggaran terbatas,” kata Aaf.

Aaf mengaku mengikuti PAF sejak PAF ke-2. berjalan luar biasa banyak penampilan spektakuler dan menakjubkan ada penampilan mural batik, PAF ke-3 lebih spektakuler, PAF ke-4 masih pandemi jadi dilaksanakan dengan virtual dan pengetatan prokes namun juga berjalan spektakuler karena menampilkan seni budaya yang mnnjolkan kearifan lokal, dan ada penampilan keroncong dari anak muda.

“PAF ini harusnya lebih spektakuler walaupun dengan anggaran minim dan protokol kesehatan ketat,” terang Aaf.

Aaf mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk mencintai budaya lokal karena zaman sekarang banyak yang lebih menyukai budaya luar negeri.

“Kami ingin PAF ini terus dibangkitkan dan dikembangkan. Jangan sampai anak-anak tak hafal lagu kebangsaan dan tari daerah,” tandas Aaf.

Sementara itu, Ketua Panitia PAF ke-5, Cecep Surya Lesmana menerangkan, PAF sudah dibuka bersamaan dengan launching tari khas Pekalongan yakni Tari Selendang Paora. “PAF ke-5 ini diterapkan dengan protokol kesehatan ketat, bahkan tak sembarang orang bisa masuk. Jadi penonton yang dapat masuk adalah yang sudah mengisi google form dengan melampirkan bukti vaksin. Jadi bukti pendaftaran ini yang kami ganti dengan tiket gratis masuk PAF,” papar Cecep.

Cecep menyebutkan setiap malamnya hanya ada 200 tiket. Aturannya, penonton tak boleh menggeser tempat duduk. “Tahun lalu ada pandemi pengumpulan masa terbatas dan menekankan ke virtual. Tahun ini akhirnya dapat berjalan dengan aneka penampilan yang menarik,” beber Cecep.

Cecep menjelaskan rangkaian acara malam kedua akan ada pentas musik, malam ketiga ketoprak, dan malam terakhir penganugerahan sineas Kota Pekalongan.(sofi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *