Pemeliharaan Berkala Diruas Jalan Krian- Bts Mojokerto Link 153 Diduga Menyimpang

SIDOARJO, JAPOS.CO – Pemeliharaan Berkala DiRuas Jalan Krian ‘BTS Mojokerto link 153 pada Tahun  Anggaran 2020 nilai kontrak Rp. 6.312.156.918,00 dan ditandatangani pada tanggal 07 Desember 2020 dengan nomor kontrak 602.1/1273/KTR/103.6,1P&R /2020 sumber dana DPA-SKPD.APBD Propinsi Jawa Timur dengan penyedia jasa PT Rajendra Pratama Jaya.

Adapun lokasi pekerjaan dari paket kegiatan di Link 153 ini mulai dari Desa Tropodo Kecamatan Krian menuju Mojosari Mojokerto melintasi Watu tulis, Wonoplintahan, Kedungwonokerto, sepanjang 3,9 km.

SKDR seorang kontraktor mengatakan kepada Japos.co mengaku menyaksikan saat pengerjaan pengaspalan tersebut.

“Saya menyaksikan saat proses penggelaran aspal, saat itu pada bulan Desember sekitar tanggal 7 atau 8 Jam 23.00.Wib dengan memakai 1 alat berat berupa wales namun tidak ada alat lain selain wales,” terangnya, Kamis (25/11).

“Kliciran atau lapis resap pengikat (emultion) digelar secara manual tidak menggunakan mesin hasilnya terlihat  sangat jelek karena tidak melapisi seluruh bagian badan jalan yang akan dipelihara (spot-spot) dan aspal diduga dalam kondisi suhu kurang dari 120 derajat celcius  yang berakibat pemadatan tidak optimal karena aspal telah dingin,” ungkap SKDR.

Hal senada diungkapkan NK warga desa Wonoplintahan yang berprofesi sebagai konsultan mengungkapkan ketebalan sekitar antar 5 sampai 7cm, tapi karena kondisi suhunya rendah jadi saat dipadatkan (diwales) jadi tidak optimal juga.

“Seharusnya sebelum dilakukan pengkliciran kontraktor sama sekali tidak membersihkan bada jalan dari debu dan tidak memperhatikan kelembaban air,” pungkasnya.

Sementara Dian selaku  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari UPT PJJ Surabaya 1  dari unit pengelola teknis pemeliharaan jalan dan jembatan saat dimintai tanggapannya membenarkan bahwa paket pekerjaan tersebut adalah paketnya, namun terkait gambar pengerjaan yang dikirimkan sebagai lampiran, Dian menampik bahwa itu adalah proses pengerjaan paketnya.

Terpisah Directur Kontruksi LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat ) Ir Haryanto B SH MSi menanggapi hal tersebut menegaskan akan segera melaporkan dugaan penyimpangan ini pada aparat hukum mengingat paket kegiatan ini telah selesai, masa pemeliharaanya atau telah FHO ( Final Hand Over), terlebih 2 hari yang lalu ada pengerjaan perbaikan jalan disekitar Desa Kedung Wonokerto. (zein) 

 

 236 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *