Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Agen E-Warong di Kecamatan Tukdana Mengeluh, Pihaknya Dibebankan Biaya Operasional Vaksinasi

×

Agen E-Warong di Kecamatan Tukdana Mengeluh, Pihaknya Dibebankan Biaya Operasional Vaksinasi

Sebarkan artikel ini

Views: 170

INDRAMAYU, JAPOS.CO – Untuk menekan penyebaran Pandemi Covid-19, Pemerintah saat ini gencar melaksanakan kegiatan vaksinasi. Salah satu tempat kegiatan  program vaksinasi di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu berlokasi di agen E-Warong. Namun sangat disayangkan kegiatan vaksinasi ini dikeluhkan oleh agen E-Warong di Kecamatan Tukdana dikarenakan biaya operasional vaksinasi dibebankan melalui agen E-Warong.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Salah satu agen E-Warong berada di Kecamatan Tukdana yang tidak bersedia disebut identitasnya  mengeluh, dikarenakan kegiatan vaksinasi yang digelar pihak puskesmas setempat yang dilaksanakan di lokasi E-Warongnya, dibebankan biaya operasional baik tenda, konsumsi dan lainnya,

“Kami merasa keberatan menanggung biaya tersebut, namun kami terpaksa menerima saja,” terangnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Ditempat terpisah, Sekmat Pemerintah Kecamatan Tukdana, Sigit Widiyanto saat dikonfirmasi terkait keluhan Agen E-Warong di wilayah Kecamatan Tukdana yang terbebani biaya operasional vaksinasi mengaku baru  tahu, dikarenakan ia bertugas sebagai Sekmat Tukdana masih baru. Namun pihaknya akan mengcroscek di lapangan kebenaran informasi tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Agen E-Warong semestinya tidak diperkenankan menanggung beban biaya operasional yang dilaksanakan ditempatnya, meski agen  E-Warong punya keuntungan ketika penyaluran sembako BPNT, namun biaya opersional tidak boleh dibebankan oleh agen  E-Warong karena kegiatan vaksinasi sudah ada anggarannya sendiri. Pihaknya mengucapkan terima  kasih atas masukan dari awak media agar kedepan di wilayahnya bisa menciptakan situasi kondusif dalam kegiatan apapun,” ungkapnya.

Sementara Sekjen LSM Inovasi Kemaslahatan Kabupaten Indramayu, Sodikin angkat bicara terkait keluhan Agen E-Warong di wilayah tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak terkait agar menyikapi hal tersebut secara serius.

“Kami dari LSM lnovasi Kemaslahatan Kabupaten Indramayu  akan mengawal  sampai dugaan kasus ini. Sebab jika hal ini dibiarkan akan merusak citra pemerintah,yang selama ini sedang gencar-gencarnya Pemerintah dalam mensukseskan program vaksinasi Nasional,” pungkas Sodikin.(Rasita/JR Manalu)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 124 BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Dana anggota koperasi Saayun Salangkah Kota Bukittinggi senilai Rp 8 Milyaran mengendap dimana?.Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Mirisnya, beberapa anggota Koperasi Saayun Salangkah jangankan untuk…