Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Progres Pembangunan Leuwi Keris Baru Selesai 82 Persen

×

Progres Pembangunan Leuwi Keris Baru Selesai 82 Persen

Sebarkan artikel ini

Views: 67

CIAMIS, JAPOS.CO – Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra menghadiri acara peresmian pengalihan sungai (River Diversion) Bendungan Leuwi Keris bertempat di Desa Handapherang Kecamatan Cijengjing, Ciamis, beberapa waktu lalu. Acara pengalihan sungai Bendungan Leuwi Keris tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Turut Hadir dalam acara tersebut perwakilan Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Wakil Bupati Ciamis, Bupati Tasik, Walikota Banjar, Walikota Tasikmalaya, Kepala BBWS, Direktur Penyedia Jasa, serta para Unsur Forkopimda.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Wabup Ciamis mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian PUPR atas telah di bangunnya bendungan leuwi keris. “Dengan dilakukannya pengalihan River Diversion aliran sungai citanduy ini diharapkan pekerjaan kontruksi utama bendungan dapat selesai sesuai dengan target yang direncanakan. Insya Allah rencananya tahun 2023 Bendungan Leuwi Keris sudah dapat diresmikan dan dimanfaatkan airnya oleh masyarakat Kabupaten Ciamis khususnya dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya serta masyarakat kota Banjar, ” ujar Yana.

Wabup Ciamis menuturkan bahwa Kabupaten Ciamis khususnya Kecamatan Lakbok dan Purwadadi merupakan salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat dan juga nasional. “Bendungan leuwi keris ini diharapkan dapat menyuplai air irigasi khususnya daerah irigasi Lakbok Utara dengan luas areal 6.600 hektar dan daerah irigasi Lakbok Selatan dengan luas areal 4.600 hektar. Sehingga dengan adanya bendungan Leuwi Keris ini diharapkan dapat menyuplai air irigasi di kedua Kecamatan tersebut dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Dengan begitu tentu dapat membantu masyarakat petani di daerah tersebut dalam meningkatkan intensitas tanam padinya, jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali bertanam dalam satu tahun, ” tutur Yana.

Selain itu, diterangkan Wabup Ciamis manfaat lain yang didapat yaitu tersedianya air baku ketika musim kemarau, menjadi destinasi pariwisata, sebagai sumber daya listrik bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta bisa menjadi kawasan konservasi air tanah dan perikanan.

Sementara itu, Perwakilan Direktur Jendral Sumber Daya Air, Eko Winar Irianto mengungkapkan pembangunan Leuwi Keris termasuk salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 109 tahun 2020. “Bendungan leuwi keris ini dibangun sejak bulan Nopember 2016 dan direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2023. Bendungan Leuwi Keris ini nantinya akan memiliki penampungan 81 juta meter kubik dengan luas area genangan 242 Hektar serta memiliki 2 buah terowongan pengelak dengan panjang masing-masing terowongan 1 kilometer. Pengelakan sungai ini merupakan salah satu kunci kelancaran dalam suksesnya suatu tahapan dalam pembangunan bendungan, dengan telah diialihkanya aliran sungai citanduy ini ke dua terowongan maka pengerjaan tubuh bendungan sudah bisa dimulai, ” ungkap Eko.

Pembangunan Leuwi Keris Baru Selesai 82%

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Ditjen Sumber Daya Air, masih mengerjakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terletak di Kabupaten Tasikmalaya-Ciamis, Jawa Barat sudah mencapai 82 persen.

Yakni Bendungan Leuwi Keris yang berada di Desa Handap Herang, Kecamatan Cijeungjing dan Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Meski baru selesai 82%, secara resmi dilakukan pengalihan air sungai Citanduy menuju dua buah terowongan pengelak dengan tipe tapal kuda diameter 6,25 meter dan panjang masing-masing 1.079,80 meter dan 1.054,80 meter yang memiliki spillway dengan tipe pelimpah samping tipe oge (tanpa pintu) dan pelimpah pintu sorong tegak.

Proyek pembangunan yang masih dikerjakan akan digunakan untuk mengairi bendungan Patroman dan Manganti di areal persawahan Lakbok Utara seluas 6.600 hektare, Manganti memiliki luas lahan 4.616 hektare bersumber air baku sebesar 845 meter/detik dan nantinya digunakan bagi warga di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar.

Wilayah sungai Citanduy dengan luas 48.000 hektare memiliki ketersediaan air sebesar 5.30 miliar m3/ tahun atau setara dengan debit air 170 m3/ detik dan ke depannya akan mengairi daerah irigasi seluas 11.216 hektare termasuk meningkatkan potensi pariwisata. Sedangkan, pengendalian banjir mereduksi periode 25 tahun dari 509.7 m3/detik menjadi 450.02 m3/detik 11.7 persen. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *