Wisata Sumatera Utara dan Danau Toba

Oleh : Arifin Pasaribu

Indonesia adalah negara kepulaluan terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 270 juta, memiliki lautan seluas 22,4 juta km persegi, lebih luas daripada seluruh lautan di pesisir Eropa Barat.

Presiden RI, Joko Widodo di awal 2017 berkunjung ke Panatapan Hutaginjang di Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, merupakan salah satu lokasi terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba. Obyek wisata ini hanya 15 km jaraknya dari Bandara Silangit.

Tanggal 12 Mart, 2020, Raja Belanda Alexander dan Ratu
Maxima mengunjungi Danau Toba dan juga singgah di lokasi penenunan ulos di Dolok Tolong, dekat Balige dan istrahat di Hotel Inna Prapat sambil menikmati indahnya Danau Toba.

Dengan telah beroperasinya jalan Tol Kuala Namu-Tebing Tinggi dan sedang dibangun tol T.Tinggi -P. Siantar-Prapat diharapkan perekonomian di propinsi ini makin bertumbuh, tentunya juga berdampak terhadap sektor pariwisata. Presiden Joko Widodo hadir di perayaan 17 Agustus, 2016 di Prapat dan juga mengunjungi Pulau Samosir .Selama 71 tahun baru Presiden Djoko Widodo yang peduli membangun wilayah ini dan mengunjungi Pulau Samosir.

Sejak bulan Maret 2016, Garuda membuka penerbangan langsung Jakarta-Silangit-Jakarta. Terobosan dilakukan Pemerintah untuk menggerakkan perekonomian daerah ini.

Alam yang indah permai, pantai-pantai yang indah, seni budaya kaya, rakyat yang ramah tamah menjadikan Indonesia, negara tujuan wisata andalan di dunia sesuai selogannya “Wonderful Indonesia”.

Mantan Sekretaris Organisasi Pariwisata Dunia, Fransisco Franggiali mengatakan, industri pariwisata mendorong terciptanya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan, pelestarian alam dan seni budaya.

Salah satu pulau yang dikunjungi jutaan wisman dan wisatawan nusantata adalah Bali. Pada bulan Juli, 2013 dioperasikan jalan tol di atas laut di pulau ini, Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, sepanjang 12,7 km, dengan biaya pembangunan Rp. 2,48 trilyun. Jalan tol laut ini dibangun untuk penyelenggaraan Konferensi Forum Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik, bulan Oktober, 2013.

Pemerintah kolonial Belanda, melihat keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir, sebelum RI menjadi negara merdeka membangun Bandara Sibisa di Prapat, kota wisata yang berlokasi di tepi Danau Toba. Pangeran Bernard suami Ratu Juliana dari Belanda mengunjungi Danau Toba 40 tahun lalu.Ia begitu kagum akan keindahannya sehingga danau ini, dia juluki Taman Eden. Kini di Sumatera Utara ada 3 bandara: Bandara Kuala Namu di Medan, Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga dan Bandara Silangit, dekat Siborong-borong di Tapanuli Utara

Propinsi Sumatera Utara dengan Ibukotanya Medan, terletak antara Selat Malaka di sebelah timur dan birunya
Samudra Indonesia sebagai batas di sebelah barat.

Dikelilingi sumber daya alam tropis yang kaya, Sumatera Utara memiliki panorama indah, antaranya daratan tinggi Bukit Barisan dan hamparan sawah yang permai, batu karang berwarna warni, serta berbagai obyek wisata yang layak dikunjungi.

Letaknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia membuat provinsi ini menjadi tujuan wisata populer bagi wisatawan mancanegara.

Provinsi ini terus berkembang sebagai DTW olah raga alternatif, seperti Arung Jeram, Kayak Arus Deras, Selancar, Sepeda Gunung, Paralayang dan sebagainya.

Propinsi ini meliputi areal 71,680 km persegi, terdiri dari dataran rendah yang ditumbuhi hutan bakau di bagian timur dan daerah berpegunungan, yang luasnya hampir dua pertiga provinsi. Tidak terkecuali salah satu danau terbesar di dunia yang muncul oleh letusan gunung berapi 75.000 tahun lalu dikenal dengan Danau Toba.

Begitu banyak obyek wisata menarik khususnya di Tapanuli, termasuk Kecamatan Sianjur Mula-mula, dengan pusat pemerintahan di Sagala terletak di lereng Pusuk Buhit. Beberapa tempat wisata terkenal terdapat di wilayah ini. Sebut saja Batu Hobon, Aek Sipitu Dai dan Perkampungan Batak. Komoditas pertanian unggulan adalah bawang merah dan jahe.Menurut legenda asal mula, diyakini bagwa Pusuk Buhit adalah tempat pemukiman nenek moyang orang Batak, si Raja Batak yang diturunkan dari langit oleh “Ompu Mulajadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa). Keyakinan ini diperkuat dengan letak Pusuk Buhit yang berada di ketinggian 4000 mdpl. Sebagai sarana untuk berziarah, di kaki Pusuk Buhit dibangun rumah tradisional Batak.

Berkunjung ke kawasan Danau Toba, kita wajib mengunjungi Bakkara. Keindahan alamnya begitu indah, mempesona. Bakara memikiki bukit, lembah, air terjun dan sungai berair deras yang jatuh ke Danau Toba. Untuk menuju tempat asal Raja Sisingamangaradja ini, jika kita datang dari Jakarta terbang dengan Citilink jam 6.20 pagi, tiba di Bandara Silangit jam 8.30 pagi.Disarankan singgah di Piltik Coffee, yang terletak di komplek Bandara Silangit untuk rehat kopi. Dari bandara ke Bakkara perjalanan dengan mobil hanya 25 menit.

Penulis belum pernah mengunjungi Lembah Bakara, mengunjungi Pusuk Buhit sudah satu kali, ke Menara Pandang Tele pada tanggal 26 Nopember, 2019 yang lalu. Bersama istri dan putri serta menantu saya, bulan Desember, 2014 kami menginap 2 malam di Samosir Villas Resort dekat Tomok. Suasana disini menikmati panorama perairan Danau Toba yang indah, kami merasa seperti menginap di salah satu hotel berbintang 4 di Nusa Dua Bali. Sumatera Utara Daerah Tujuan Wisata mempesona, apalagi jika menginap di Samosir Villas Resort dekat Tomok, kota pelabuhan kecil yang saat kami tiba dengan kapal fery dari Prapat 5 tahun lalu, dermaganya masih kondisi tradisional, mudah-mudahan saat ini sudah berkelas internasional.

Presiden Joko Widodo pada Jumat 13 Oktober, 2017 juga telah meresmikan ruas tol Kuala Namu-Sei Rampah, bagian dari Tol Medan – Kuala Namu -Tebing Tinggi.Diresmikan pula ruas tol Helvetia-Semayang yang merupakan bagian dari Tol Medan-Binjai. Pemerintah juga berencana membangun jalur kereta api Pematang Siantar-Prapat.

Orang Inggris berkata “Amazing North Sumatra” dan “Wonderful Indonesia”.

 

 1,660 total views,  21 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *