Scroll untuk baca artikel
BeritaSumatera Utara

Proyek SPAM 4,5 M Diduga Abaikan HGU PTPN IV Balimbingan

×

Proyek SPAM 4,5 M Diduga Abaikan HGU PTPN IV Balimbingan

Sebarkan artikel ini

Views: 1.2K

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terletak di Nagori Bahkisat Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan oleh Dinas PUTR Kabupaten Simalungun, diketahui bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2024 dengan anggaran 4.5 M.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan yang berlangsung diatas tanah HGU PTPN IV Unit Kebun Balimbingan tersebut, diduga tidak mengantongi ijin resmi dari pihak PTPN IV sebagai pemangku jabatan sekaligus pemilik lahan atas kegiatan tersebut.

Berdasarkan penelusuran Japos.co dilokasi kegiatan berlangsung, tampak pemasangan pundasi dan lantai beserta besi sebagai tiang penyangga sudah rampung dikerjakan, sementara untuk titik koordinasi kegiatan menyalahi KAK.

Hal tersebut semakin menguat mana kala seorang karyawan PTPN IV yang bertugas di afdeling 2 Balimbingan mengungkapkan, jika untuk titik pembangunan tersebut menyalahi aturan dan koordinasi yang semula telah dibicarakan.

“Titik koordinat nya kemarin disepakati bukan disini bang, tetapi masih bergeser sejauh ± 50 meter kedepan, dan kalau seperti ini akan mengganggu kegiatan kami nanti nya, apalagi saat ini kami sedang Replanting,” ungkap seorang karyawan.

Dirinya juga mengungkapkan jika pihak vendor (rekanan) atas kegiatan proyek tersebut sama sekali belum memiliki ijin resmi atas pembangunan diatas tanah HGU milik PTPN IV Balimbingan.

“Kemarin belum ada dikeluarkan dari kantor central ijin resmi nya bang, makanya saya heran kenapa langsung main kegiatan ny” papar nya kepada Japos.co.

Tak ingin adanya kesilangan konfirmasi, Tajam Newss kembali menghubungi salah seorang karyawan tata usaha yang mengurusi bidang administrasi, dirinya membenarkan hal tersebut senada dengan penjelasan karyawan afdeling diatas.

“Belum ada dikeluarkan ijin dari kantor medan untuk pendirian bangunan disitu bang, dan hal tersebut gak secepat itu, makanya saya heran kenapa langsung berani didirikan disitu” ungkap nya melalui panggilan whatsapp pribadinya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUTR Kabupaten Simalungun hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut.

Ramces Manurung selaku pihak rekanan CV. Sibittulu Jaya ketika dikonfirmasi melalui seluler pribadinya mengungkapkan, jika pengurusan ijin tersebut merupakan urusan PDAM Simalungun.

“Kalau masalah ijin nya bukan urusan kami itu lae, urusan orang PDAM itu yang berurusan, kami hanya mengerjakan saja,” paparnya kepada Japos.co. (L Tampu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *