Scroll untuk baca artikel
BengkuluBeritaHEADLINESUMATERA

Terkendala Biaya, Bantuan Gerobak Dorong Bagi Pedagang Kecil Masih Terkatung-Katung

×

Terkendala Biaya, Bantuan Gerobak Dorong Bagi Pedagang Kecil Masih Terkatung-Katung

Sebarkan artikel ini

Views: 226

MUKOMUKO, JAPOS.CO – Bantuan berupa gerobak dorong bagi pedagang keliling dari Ketua Tim penggerak PKK Provinsi Bengkulu yakni Nyonya Rohidin Marsha Gubernur Bengkulu melalui dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah  (Disperindag-UKM) Kabupaten Mukomuko dikabarkan masih terkatung-katung.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hingga saat ini masih berada di Provinsi Bengkulu, kunun kabarnya gerobak yang direncanakan akan di bagikan pada penerima yang sudah ditetapkan sudah lama selesai tinggal dibagikan pada penerima bantuan, namun sayang nya gerobak tersebut masih nyangkut di provinsi.

Dikonfirmasi, Senin (10/7) kemaren Plt Kepala Dinas Disperindag Nurdiana membenarkan jika bantuan gerobak dorong untuk penerima bantuan bagi pedagang keliling tersebut masih di provinsi Bengkulu belum sampai di Mukomuko, dikarenakan terkendala dengan biaya transportasi pengangkatan dari provinsi ke Kabupaten Mukomuko.

“Benar, ada beberapa unit gerobak dorong bagi pedagang kecil dan beberapa unit gerobak dorong (angkong) yang sudah kita tentukan penerima nya dan barang nya sudah siap untuk dibagikan, namun saat ini masih terkendala dengan biaya pengiriman barangnya,” kata Plt Kadis Disperindag.

“Untuk Biaya pengiriman barang tersebut sebesar Rp 5 juta untuk bisa sampai di Mukomuko. Untuk biaya transportasi itu kita belum punya, sedangkan dari provinsi hanya membantu berupa fisiknya saja, soal biaya pengangkutan itu dibebankan pada kita, untuk sementara ini untuk anggaran nya kita belum punya,” lanjutnya.

“Kami dari dinas berharap bagi penerima bantuan mohon bersabar, jika barang nya sudah sampai di Mukomuko akan segera dibagikan. Kita akan usahakan secepatnya untuk bisa sampai di Mukomuko,” tandas Nurdiana.

Terkait masih terkatung-katung nya bantuan tersebut di provinsi Bengkulu disinyalir pihak provinsi dalam memberikan bantuan tidak sepuh hati pasalnya, biaya pengiriman sebesar Rp 5 Juta masih dibebankan ke Disperindag Kabupaten Mukomuko.(JPR) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 109 JAKARTA, JAPOS.CO – Gerombolan Pemancing Liar, yang dikenal dengan singkatan GOMPAL, mengadakan kegiatan mancing bareng (mabar) di tambak yang terletak di wilayah Bambu Kuning dekat Banjir Kanal Timur…