Scroll untuk baca artikel
BengkuluBeritaHEADLINESUMATERA

Sekdakab Sidak SMPN 10 Mukomuko Terkait Problem Guru dan Kepsek

×

Sekdakab Sidak SMPN 10 Mukomuko Terkait Problem Guru dan Kepsek

Sebarkan artikel ini

Views: 113

MUKOMUKO,JAPOS.CO – Terkait konflik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu hingga saat ini belum menemukan titik terang, pasalnya 24 orang guru di sekolah tersebut masih belum kondusif bahkan masih keberatan jika kepala sekolah di SMP 10 diganti.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dengan berkembangnya peristiwa itu sehingga membuat Sekretais Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko turun tangan.

Saat dikonfirmasi terkait sidak ke SMP 10 Mukomuko, Sekda Dr Abdiyanto SH membenarkan bahwa dirinya melakukan pemantauan ke sekolah tersebut.

”Benar, hari ini kita sidak ke SMP 10 Mukomuko, sidak ini kita lakukan guna melakukan pemantauan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) sekaligus memantau situasi yang bekembang saat ini, apakah kondusif apa tidak,” kata Sekda Dr Abdiyanto SH Rabu, (29/3).

Ia mengaku situasi di sekolah tersebut terlihat kurang kondusif.

“Ini tidak bisa kita biarkan berlarut- larut kata Abdiyanto, kami secepanya akan melakukan mediasi dengan Kepala Sekolah guru serta dinas terkait selaku lending sektor. Dalam satu atau dua hari mendatang ini akan kita lakukan mediasi. Kalau kita tangkap dari situasi dan laporan dari sekolah sepertinya masih bisa diselesaikan dengan mediasi. Dan kita berharap antara kepala sekolah dengan guru bisa bekerja sama dalam menjalan kan KMB di sekolah itu,” ungkap Abdiyanto.

Beda dengan tanggapan dengan para guru yang sedang tidak baik-baik saja saat ini dengan kepala sekolah.

Menurut beberapa guru yang tergabung dalam aksi mogok tempo hari masih bersikukuh belum bisa menerima Yeni Minarni sebagai kepala sekolah, sebab menurut mereka (Guru) belum selesai masalah yang ada, Kepsek kembali melakukan kebijakan sendiri.

Mereka mencontohkan, proses belajar di sekolah selama bulan puasa itu diganti dengan Parsantren Kilat dan ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) dinas pendididkan. Ini dikemukakan oleh dewan guru melalui sambungan selulernya.

“Sesuai dengan SE Dinas bahwa selama bulan Ramadhan Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diganti dengan pasentren kilat dikarenakan waktu belajar singkat. Namun sayangnya kepala sekolah kembali merubah keputusa atau SE dari Dinas untuk belajar seperti semula dengan cara dadakan, tanpa memberitahukan terhadap kami dewan guru, tentu kami sedikit kelabakan,” tutur para guru yang sempat dihubungi.

Anehnya lagi, pada Selasa 28 Maret 2023 salah seorang Tata Usaha memasuki kelas IX C dengan mengatakan pada siswa perempuan jika ada media yang datang bertanya siswa diminta untuk mengatakan ibuk kepala sekolah itu baik.

Hal ini dibenarkan oleh wali kelasnya ketika di konfirmasi Japos.co.

“Benar, Selasa kemaren anak-anak memang anak-anak ada melapor, kata mereka ada TU sekolah yang masuk kelas jika ada media nanya bilang ibuk kepala sekolah itu baik. Dikatakannya juga, bahwa apa yang disampaikan TU sekolah tidak mengerti maksut yang disampaikan TU tersebut,” ujar wali kelas IX C .

Informasi terakhir dihimpun Japos.co dari guru-guru, “Kami akan menghargai pak Sekda, dan kami mungkin bisa mengikuti saran sekda, tapi yang dikuatirkan nanti dengan berjalanya waktu akan kembali terjadi hal sama, tentu anak- anak yang menjadi imbasnya, mereka berharap sebisanya kepala sekolah diganti saja agar proses belajar mengajar dapat bejalan dengan baik tapi kepala sekolahnya yang lama kami tidak jamin sekolah akan kondusif,” tutupnya.(jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *