Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Dugaan Penyelewengan Dana Jasa Medis, Dokter Inspektorat Provinsi Sidak, Mantan Direktur RSAM Bungkam

×

Dugaan Penyelewengan Dana Jasa Medis, Dokter Inspektorat Provinsi Sidak, Mantan Direktur RSAM Bungkam

Sebarkan artikel ini

Views: 62

BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Dugaan penyelewengan dana jasa Medis dan Dokter di Rumah Sakit Achmad Moechktar (RSAM) Bukittinggi, Inspektorat Provinsi Sumbar Sidak ke lapangan. Sidak tersebut mencari dan mengumpulkan keterangan Rabu (01/2).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal tersebut dr, Dedy Erman wakil ketua Tata laksana Covid RSAM yang memberikan keterangan kepada Inspektorat di ruangan direktur RSAM.

“Kedatangan Inspektorat Provinsi ke RSAM, sebelumnya ramainya pemberitaan kisruh pemberian jasa medis dan dokter anggaran Covid yang sudah dibayarkan dari Kementerian namun mengakibatkan terzaliminya para penerima jasa, medis dan dokter sangat timpang dibanding rumah sakit yang ada di Sumbar,” terang Dedy.

“Bahkan persoalan yang melibatkan para oknum yang tidak sepantasnya menerima jasa yang diperuntukkan dibandingkan dengan para tenaga medis dan dokter yang langsung berhadapan dengan penanganan pasien Covid , oknum tersebut lebih besar jasanya, jika dibanding dengan kami yang bekerja,” lanjut Dedy.

Persoalan ini sudah berlarut larut sampai tiga tahun, namun pihak RSAM masih menganggap enteng, yang anehnya pemberian jasa medis dan dokter sudah sesuai aturan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur 2 pelayanan Elfa  beberapa hari lalu kepada wartawan.

Dedy, yang diamanatkan sebagai Ketua KIPI vaksinasi tim Covid PDPI Wisma Atlit sampai sekarang, memaparkan semua data dan angka yang akurat sesuai fakta yang dimiliki  disampaikan dihadapan tim Inspektorat, Andri, Ahda Fauzan, Rahmat  dan didampingi direktur RSAM (baru _ red) drg Busril.

Sementara Mantan Direktur RSAM priode 2017 – 2021, dr Khairu Said, ketika dikonfirmasi  kisruh dugaan dana Covid dari Kementerian   Rp. 100 Milyar dan 40 Milyar mestinya diperuntukkan untuk jasa tim medis dan dokter yang menangani pasien Covid yang bertugas,  diam seribu bahasa alias bungkam.

Meskipun Japos.co yang menghubungi melalui telpone selulernya bahkan melalui pesan whatsAap pun, tidak memberikan komentar sepatah pun, sikap mantan direktur RSAM  terkesan cuek dan tidak peduli kisruh yang berujung kepenegak hukum,

Dedy Erman yang siap dengan segala bukti yang dimiliki bersama para medis dan dokter yang merasa terzalimi atas haknya, akan tetap mengusut tuntas kemanapun muaranya.

“Saya (dr, Dedy Erman – red ) siap,” tegas Direktur RS Swasta Madina yang juga mantan anak Ketua Politisi. (Yet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 46 JAKARTA, JAPOS.CO – Gerombolan Pemancing Liar, yang dikenal dengan singkatan GOMPAL, mengadakan kegiatan mancing bareng (mabar) di tambak yang terletak di wilayah Bambu Kuning dekat Banjir Kanal Timur…