Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINERiauSUMATERA

Indra Muchlis Adnan di Tangkap Kejati Riau Giring ke Rutan Sialang Bungkuk

×

Indra Muchlis Adnan di Tangkap Kejati Riau Giring ke Rutan Sialang Bungkuk

Sebarkan artikel ini

Views: 171

PEKANBARU, JAPOS.CO – Mantan Bupati Inhil 2 periode (2003-2008 dan 2008-2013), Indra Muchlis Adnan, ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal pada BUMD PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004 – 2006. Indra Muchlis resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (5/1/2023).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dari pantauan Media Indra Muchlis keluar dari Gedung Kejati Riau sekira pukul 14.30 dengan menggunakan rompi merah. Indra langsung dikawal petugas memasuki mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Bambang Heripurwanto menyebut, penetapan tersangka IMA, setelah tim penyidik melakukan gelar perkara, dan penyidik telah mempunyai 2 alat bukti yang cukup.

Ia menuturkan, IMA disangkakan dengan Primair: Pasal 2 Ayat (1) junto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah ditambah atau diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Lalu Subsidair: Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah ditambah atau diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Kata Bambang, peran dari  IMA adalah melakukan penetapan Dewan Komisaris dan Direksi PT GCM, yang dilakukan sepihak oleh yang bersangkutan sebagai Bupati Inhil berdasarkan unsur kedekatan pribadi dan tanpa memastikan pemenuhan persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pendirian BUMD Kabupaten Inhil.

Kemudian, tersangka diketahui memberikan instruksi dan persetujuan kepada Zainul Ikhwan selaku Dirut PT GCM dalam pengelolaan keuangan dan memerintahkan kepada Zainul Ikhwan memberikan pembiayaan kepada pihak lain tanpa melalui persetujuan komisaris dan tanpa diikat kontrak pembiayaan.

“Penyimpangan-penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara (daerah) pada PT GCM sebesar Rp1.157.280.695,” terangnya.

Usai penetapan tersangka, lanjut Bambang, tim penyidik bersama dokter poliklinik Kejati Riau, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap IMA yang didampingi oleh penasihat hukumnya.

Oleh dokter, IMA dinyatakan dalam keadaan yang sehat namun perlu mendapat perawatan medis khusus.

“Atas dasar hal tersebut terhadap tersangka dilakukan penahanan kota selama 20 hari ke depan terhitung 27 Desember 2022 sampai dengan 15 Januari 2023 di Kota Pekanbaru,” ucap Bambang.

Seperti diketahui, Indra Muchlis Adnan kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Kasus ini ditangani oleh tim jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Sebelumnya, penyematan status tersangka terhadap Indra Muchlis, dilakukan oleh tim penyidik Pidsus Kejari Inhil.

Lalu, penyidikan Indra Muchlis dihentikan pasca pra peradilan di Pengadilan Negeri Tembilahan. Saat itu, Indra berhasil ‘menang’. Hakim tunggal yang mengadili gugatan pra peradilan ini, menyatakan kalau penetapan tersangka terhadap Indra Muchlis tidak sah.

Hakim dalam pertimbangannya menyebut jika surat perintah penyidikan (Sprindik) tidak sah, karena tidak boleh ada penetapan dua orang tersangka korupsi. Indra Muchlis pun akhirnya kembali bebas, pasca sempat menjalani penahanan.(AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *