PT Mega Konstruksi Pratama Diduga Kerja Menyalahi Bestek, Kabid Bina Marga Bungkam

MAROS, JAPOS.CO – Pekerjaan Jalan Beton Biringkaloro Damai Kecamatan Tanrlalili Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 Nomor Kontrak 07/SPPK/PJ-DID/BM-PUPR dengan Nilai Kontrak Rp.3,728,927,000.00.

Pekerjaan jalan beton tersebut dikerjakan beberapa bulan lalu, namun sudah nampak retak dan terbelah pada bagian tengah badan jalan beton itu, padahal belum ada kendaraan bermuatan berat yang lauli.

Untuk menghindari dilalui kendaraan, kontraktor memasang sebuah kayu atau besi berdiri di penghujung jalan agar kendaraan truk tidak bisa lalu lalang.

Sementara Kabid Bina Marga Erni  memilih bungkam, perihal keinginan LSM untuk di bongkar pada bagian yang retak dan patah dalam pekerjaan Jalan Beton Biringkaloro Damai, pasalnya masih dalam masa pemeliharaan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LIDIK PRO Maros, Ismar SH mengatakan masalah jalan beton Bringkaloro Damai yang dikerjakan oleh PT Mega Kontruksi Pratama dengan Nilai Kontrak Rp. 3,728.927.000.00., harus dilakukan pengecekan ulang dimana pejabat pembuat komitmen (PPTK) bertanggung jawab atas kelalaiannya bila tidak akan melaporkannya ke Kajati Sulsel agar di proses secara hukum.

“Agar dikemudian hari kontrak lain tidak asal kerja begitu saja, akan tetapi Kontraktor yang kerja Jalan Beton yang Biringkaloro Damai harus di proses secara hukum dan saya minta kepada Kajati Sulsel Agar di lidik pekerjaan tersebut, dan apabila proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan agar sekiranya dinas PU dalam hal ini PPTK dan kadis PU harus mengambil sikap untuk membongkar kembali betonisasi tersebut,” ujar Ismar SH kepada Japos.co, Jumat (22/10).

Ismar menambahkan Kabid Erni, tidak boleh tinggal diam dia harus bertanggung atas pekerjaan tersebut, jangan bungkam jika rekan wartawan mempertanyakan.

“Proyek tersebut tidak menggunakan anggaran kecil dan kami menduga segala aspek tekhnis pelaksanaan dilanggar, baik mutu material beton, pengerasan dan pemadatan mengingat kondisi awal jalan tersebut adalah berlumpur, kalau musim hujan kendaraan roda empat sangat susah untuk dilalui,” terangnya.

Begitu pula yang dikatakan Sekjend LSM PEKAN 21 Amir Kadir saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp  beberapa waktu lalu, dia menjelaskan pekerjaan jalan beton yang dikerjakan oleh PT Mega Kontruksi Pratama sangat disayangkan, kontraktornya kerja asal-asalan.

“Itu bukti lemahnya pengawasan terhadap pihak ketiga oleh pihak penyedia barang dan jasa dan ini tdk boleh dibiarkan karena sangat merugikan masyarakat selaku pembayar pajak untuk pembangunan jalan umum,” jelasnya.

Amir menegaskan perlu digaris bawahi bahwa bukan rahasia umum lagi bahwa rata-rata pemenang tender pekerjaan adalah arahan yang cenderung susah diawasai oleh pihak penyedia barang sehingga serba salah kalau pengawsannya terlalu ketat kerena hampir semuanya ada semacam persekongkolan sehingga yang diawasi dan mengawasi adalah satu kesatuan paket yang bekerja untuk kepentingan bersama untuk mendapatkan keuntungan yang tidak wajar.

“Dan saya berjanji kalo tidak ada upaya perbaikan terhadap kekeliriun dalam pekerjaan tersbut tahun depan pasti akan saya laporkan untuk ditindak oleh penegak hukum,” ujarnya.

“Itulah,pokokoknya saya akan melakukn atensi terhadap pekerjaan tersebut kapan tidak upaya perbaiknnya maka pasti tahun depan pasti akan saya laporkan,” lanjutnya.

Sementara Bupati Maros Chaidir Syam saat dimintai tanggapanya terkait hal tersebut mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut dan akan menyampaikan ke dinas terkait.

“Iya,makasih infonya nanti saya sampaikan ke Dinas terkait Dinas PU untuk melihat kondisinya,” singkatnya.(kim)

 

 429 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *