Laboratorium Biologi UIN Harus Berikan Multiplayer Efek

PANDEGLANG, JAPOS.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Hasanudin Banten berencana akan membuat laboratorium biologi untum kebutuhan riset. Namun, pihak Universitas sendiri keterbatasan lahan, dan kondisi lingkungan.

“Yang kami akan buat Laboratorium alam khususnya kelautan, pandeglang sangat cocok karena daerah tropis dan miliki pantai luas,” demikian dikatakan Rektor UIN Sultan Hasanudin Banten, Wawan Wahyudin saat bertemu Bupati Irna di Pendopo Pandeglang, Kamis (21/10/2021).

“Kami butuh lahan kurang lebih 20-25 hektar, sesuai arahan Gubernur Banten, kami disarankan untuk menemui Ibu Bupati Pandeglang,”sambungnya.

Laboratorium biologi ini diperuntukan riset para mahasiswa jurusan Fakulats Sains UIN Sultan Hasanudin Banten.

“Civil efek pasti ada, dan kami pun akan banyak mengembangkan riset terkait potensi daerah pandeglang khususnya diwilayah selatan banyak flora yang terancam punah,”ungkapnya.

Sementara Bupati Irna Narulita sangat merespon baik atas apa yang disampaikan Rektor UIN, kata Irna selama ada multiplayer efek bagi lingkungan (masyarakat) pihaknya tidak keberatan.

“Kami harap ada dampak bagi warga kami, karena banyak anak kami juga yang menimba ilmu di UIN,”ujarnya.

Terkait lahan, Bupati Irna akan melakukan pendataan dahulu dengan bidang aset lokasi mana yang tepat untuk dijadikan laboratorium tersebut.

“Nanti kita akan segera siapkan draft nya, untuk aset nanti kita liat list nya dimana yang tepat,” pungkasnya.

Lebih lanjut Irna mengatakan, pihaknya berharap ada komitmen yang jelas sari pihak UIN jika sudah ada lahan yang dihibahkan. Kata Irna, jangan sampai setelah dihibahkan tidak ada pembangunan.

“Jika dalam kurun waktu dua tahun tidak ada pembangunan, dalam perjanjian tertulis aset tersebut kembali kepada kami,” imbuhnya.

“Kami mengharapkan pengembangan pendidikan ini segera, sehingga dapat meningkatkan SDM di Pandeglang,” pungkasnya. (Yan/Hms)

 32 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *