Walikota Berharap Remboek Rakjat #2 Mampu Atasi Permasalah di Kota Pekalongan 

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Perkumpulan para masyarakat pekalongan melalui Forum Rembuk Rakjat #2  tahun 2021 yang di gagas Ikatan Alumni Ma’had Islam (IAMI) berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan menggelar kegiatan Remboek Rakjat #2 Pekalongan Raya Sakpore yang mengusung tema “Mengukir Takdir Masa Depan Pekalongan Raya” bertempat di Gedung HA Djunaid, Minggu (17/10/2021).

Walikota Pekalongan, HA Adzan Arslan Djunaid SE mengacungi jempol atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, narasumber terbaik hadir, Rektor IPB, Prof Arif Satria dan pengusaha sukses Soetrisno Bachir putera asli Kota Pekalongan, Wakil Ketua MPR RI, Asrul Sani juga putera Pekalongan, dan Aditya Warman yang selalu sukses memberikan motivasi juga putera asli Pekalongan.

Kaitannya potensi Pekalongan yang harus dipulihkan ialah potensi batik dan perikanan. Namun permasalahan yang terjadi di Kota Pekalongan yakni banjir dan rob. Untuk penanganan ini Kota Pekalongan mendapat suntikan dana Rp1,2 Triliun dari pemerintah pusat. “Pasar Banjarsari juga sudah mulai dilakukan pembongkaran dua pekan ini. Ada 4.000 pedagang yang menggantungkan nafkahnya untuk berjualan di Pasar Banjarsari,” beber Walikota Aaf.

Terkait batik, tagline momen Hari Batik Nasional ( HBN) kemarin yakni Lestari Batikku Terlindungi Alamku. Dengan tagline ini harapannya ketiga daerah sinergi mengatasi permasalahan sungai yang tercemar limbah obat batik. “Masalah ini perlu dipecahkan bersama, bagaimana agar pengelolaan limbah juga disinkronkan,” kata Aaf.

Selanjutnya, sektor perikanan dulu pernah berjaya menjadi no 2 se-Indonesia namun sekarang terpuruk karena adanya pendangkalan sungai di lewatan sungai untuk kapal besar yang perlu penanganan dan sinergi dengan pemerintah provinsi. Kemudian juga masalah rob yang melanda TPI. “Kita ingin kembalikan kejayaan sektor perikanan ini, salah satu ikhtiar yakni dengan mendirikan pelabuhan onshore yang saat ini sudah ditentukan lokasinya dan diproses pula oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” pungkas Aaf.

Sementara ketua Panitia acara Karim Suudi mengungkapkan Remboek Rakjat #2  ini bertujuan untuk mengajak orang Pekalongan agar lebih atraktif dan kreatif, sehingga mendorong munculnya para enterpreneur baru serta mampu berkolaborasi mengatasi permasalahan di berbagai sektor.

“Kegiatan ini alhamdulillah dapat terlaksana secara nyata di tengah pandemi dengan menghadirkan narasumber terbaik. Hadir di tengah kita Maulana Habib Luthfi, Sutrisno Bachir, Prof Syamsul Maarif, Prof Arif Satria, M Aditya Warman, H Asrul Sani SH MSi, dan Nasrullah Larada,” sebut Karim.

Rembug #2 ini selain mengajak untuk menjadi masyarakat pekalongan yang maju. Ketua Yayasan Ma’had Islam Pekalongan, HM Andy Arslan Djunaid mengatakan bahwa Pekalongan punya potensi jika mampu berkolaborasi dan memanfaatkan berbagai akses baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun ketenagakerjaan.

“Kita perlu menimba ilmu dari pengusaha besar, Sutrisno Bachir, di bidang pendidikan ada Prof Arif Satria Rektor IPB. Kaitannya ketenagakerjaan, kita tak hanya menjadi penonton dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagaimana nantinya SDM di Pekalongan Raya ini dapat berdaya di KITB, misal dengan menghadirkan program studi yang nanti lulusannya langsung dapat kerja di situ. Namun kita belum tahu kebutuhan di sana seperti apa,” tutur Andy.

Menurut Andy, tiga pemda yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang perlu bersinergi mengatasi permasalahan beetsam.

“Di sini berkumpul narasumber terbaik agar dapat kita serap ilmu dan masukannya untuk kebangkitan Pekalongan Raya. mulai dari pertemuan ini kita akan jemput takdir Pekalongan lebih baik dan sejahtera sehingga setelah kegiatan ini ada sesuatu hal yang diwujudkan bersama kemajuan Pekalongan Raya,” tandas Andy.(sofi).

 

 39 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *