Tidak Perjual Belikan Seragam, Ini Bantahan Kepala SMPN 20

KOTA TANGERANG, JAPOS.CO – Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Kota Tangerang menanggapi terkait  informasi beredarnya adanya orangtua siswa yang terbebani atau keberatan mengenai seragam sekolah.

“Sebenarnya kami tidak memperjual belikan seragam, hanya saja pada saat pertemuan dengan orangtua siswa melalui Zoom Meeting karena akan di mulainya pertemuan tatap muka terbatas (PTMT) saya menyampaikan kepada para orangtua siswa bahwasanya Sekolah mempunyai seragam yang khas,” jelas Abdul Karim S Pd MM selaku Kepala SMPN 20 kepada awak Media, Kamis (20/10).

“Nah terkait adanya seragam khas SMP Negeri 20 ini, Komite Sekolah dan para orangtua mengusulkan kepada sekolah bagaimana kalau diadakan melalaui Koperasi Sekolah, dengan alasan kalau beli masing masing takut warna dan ukuran baju si anak tidak pas, sehingga seragam khas SMP Negeri 20 diadakan melalui Koperasi Sekolah,” lanjutnya.

Karim juga menambahkan walaupun seragam sudah disepakati diadakan melalui Koperasi. “Saya menekankan bahwasanya hal ini tidak merupakan hal yang wajib, bagi orangtua yang mau dan berkenan, silakan di pesan, bagi orangtua yang mau beli dan bikin sendiri ya silakan, dan pembicaraan dalam Zoom meeting tersebut masih terekam,” ungkapnya.

“Kami sangat menyayangkan berita dan informasi yang menyebutkan bahwasanya Sekolah memperjual belikan seragam dan menyebutkan orangtua keberatan terkait dengan seragam khas SMP Negeri 20, dan perlu di garis bawahi bahwa seragam khas yang di maksud bukanlah seragam putih biru yang dipakai anak SMP pada umumnya, jelas berita dan informasi tersebut sangat merugikan dan mencemarkan nama baik sekolah kami,” jelasnya.

Sementara Rolisten Sitohang selaku salah satu orangtua siswa SMP Negeri 20 Kota Tangerang yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mangatakan dirinya sebagai orangtua siswa tidak terbebani dengan seragam khas yang diadakan melalui Koperasi Sekolah, bahkan selaku orangtua sangat di untungkan.

“Saya pribadi selaku orangtua merasa di untungkan dengan adanya pengadaan seragam melalui koperasi, karena saya bayarnya tidak harus sekaligus, dan boleh di cicil semampu kita, coba kalau beli sendiri misalnya yang sudah jadi, belum tentu ukuranya pas dan harus cash, emang bisa nyicil?,” ujarnya, seraya bertanya.

“Sedangkan kalau seragam anak kita di adakan melalui Koperasi Sekolah seperti saya misalnya, cukup orangtua pesan dan bawa anaknya untuk di ukur, dan bayarnya entar tunggu saya punya uang, ukuran dan warnanya sudah pasti pas buat anak saya, dan uang seragam anak saya sudah lama kami pesan dan sudah jadi sejak lama tapi baru baru ini baru bisa kita bayar, iya jelas kami sebagai orangtua sudah diuntungkan dan mendapat kelonggaran dong,” tutupnya. (Bung)

 

 164 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *