Peningkatan Jalan Kebon Agung -Kemasan Jadi Sorotan

SIDOARJO, JAPOS.CO –  Peningkatan Jalan Kebonagung – Kemasan Ljt merupakan pekerjaan kontruksi di satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2021 dengan Pagu Anggaran Rp 12.560.000.000 dan HPS ( Harga Perkiraan Sendiri) Rp. 12.556.371.023, yang dimenangkan oleh PT Sugih Waras Jaya beralamat Dusun Jabung no Rt 001 Rw 004 Kelurahan Sugih Waras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur dengan harga penawaran Rp. 8.628.831.765,51.

Menurut salah satu masyarakat Desa Sawo Cangkring Kecamatan Wonoayu Kabupayen Sidoarjo, H AD mengatakan dalam pelaksanaan pekerjaanya PT Sugih Waras Jaya ( S.W.J ) terkesan sembrono dan tidak mengindahkan kaedah kontruksi pelaksanaan pekerjaan yang diatur dalam SE ( surat edaran ) Direcktorat Jendral Bina Marga No 04 2018 dan telah diperbaharurui tahun 2020.

“Sejak awal kontraktor mempunyai itikat Tidak baik mas Kata H.AD contohnya ada beberapa item Pekerjaan yang diduga secara sengaja dikurangi oleh Kontraktor tercermin dalam item -item pekerjaan yang secara nyata diduga dikurangi oleh PT SWJ,” terangnya kepada Japos.co, Kamis (21/10).

Sebagai contohnya, H AD menyebutkan beberapa Item pekerjaan yang dimaksud

1.Pekerjaan Galian kedalaman galian yang ditentukan dalam specifikasi teknis adalah 65cm namun saat pelaksanaan galian didapati hanya berkedalaman 45cm S/D 50cm.

2.Agregat A Kualitas Agregat Yang Dilokasi Diragukana Specifikasinya pasalnya banyak terdapat kandungan debu lebih dari 35% dan banyak terdapat batu bulat dan bukan batu pecah.

3.Pemadatan Per layer yang bertujuan untuk Leveling sebagai dasaran dari LC ( learn concreet) dilakukan secara sembrono yakni diurug sampai penuh (sekitar 35cm) diratakan dan dipadatkan tanpa penyiraman atau pembasahan padahal diatur dalam specifikasi bahwa pemadatan dilakukan per 20cm dengan disertai penyiraman akibatnya pemadatan tidak optimal dan debu yang dihasilkan sempat viral di sosial Media Facebook.

4. LC (learn Concreet) yang dalam specifikasi tektis tertera jelas setebal 10cm namun saat diukur oleh warga di 3 lokasi yang berbeda ketebalan LC 7,3 .7,5 dan 7,8cm  atau bila dibuat rata rata ketebalan LC adalah 7,53 cm.

5.Material LC yang dipatok dengan Mutu Beton K.175 atau FC 15 diduga kuat tidak tercapai pasalnya dari tampilan fisiknya LC terlihat Putih dan seakan kurang semenya.

6. Bahan baku LC diduga dicampuri FlY ash Limbah debu dari Batu Bara.

7. Pekerjaan tidak dilakukan secara kontinyu ( kadang ada pejerjanya kadang tidak ada pejerja sama sekali ) akibatnya Time schedule tidak tercapai dalam paket pejerjaan ini.

Atas hal ini PPK Dinas Yunan saat konfirmasi mengatakan ketebalan LC yang hanya 7,53cm ini dimaksudkan untuk leveling agar nantinya cor beton badan jalan dengan ketebalan yang diatur dalam specifikasi teknis dapat tercapai.(zein)

 362 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *