Kasus LED Sepuluh Tahun Lalu Diduga Dijadikan Lahan Haram Oknum

MAROS, JAPOS.CO – Kasus korupsi pengadaan lampu hias dan jalan (LED)yang terjadi di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2011 lalu,terus menuai kontroversi.

Pasalnya kasus yang membuat Mantan Bupati Maros Hatta Rahman Cs menjadi tersangka,  kerugian negara yang terjadi bukan hanya sebesar Rp.300.502.606,00 berdasarkan temuan BPKP. Melalui Deputi Bidang Investigasi Pusat  hasil investigasi serta data yang diperoleh pihak LSM Pekan 21 menyampaikan diduga kerugian negara mencapai sebesar Rp 857.291.378,00. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris LSM Pekan 21 Amir Kadir kepada Japos.co, Kamis (14-09-21) melalui pesan Whatapp.

Menurutnya, paket pekerjaan pada kasus pengadaan lampu ini, terdapat 9 paket dengan nilai sebesar Rp 1.452.990.000,00.

“Dalam kasus ini, BPKP hanya melakukan audit terhadap pekerjaan paket 1 sampai 4, sedangkan paket 5 sampai 9 terindikasi fiktif,” tegas Amir Kadir.

Dan semua, lanjut Amir sudah lebih dari cukup bahkan semua unsur terpenuhi terjadinya perbuatan melawan hukum,baik bukti surat maupun bukti-bukti lainnya juga sangat lengkap.

Amir Kadir menambahkan kasus ini tidaklah berat untuk diungkap sampai dipersidangan karena tidak dalam kategori berat sekali, karena tersangkanya tidak ada yang melarikan diri sampai keluar negeri dan bukti-bukti permulaannya sudah sangat lengka.

“Dan sekali lagi saya tegaskan ada indikasi kuat kasus ini dijadikan lahan haram pendapatan oknum pejabat Bareskrim maupun Kejaksaan Agung,” tambah Amir Kadir.

Menurut Jaksa Surma yang dihubungi melalui Whatsapp oleh Japos.co beberapa waktu lalu,Mengenai perkara tersebut,oleh karena saya selaku tim Jaksa peneliti sejak bulan Januari 2021 sudah tidak boleh menangani perkara korupsi lagi.

“Maka tim Jaksa saya telah digantikan oleh tim jaksa peneliti yg lain yang menangani tindak pidana korupsi yaitu Timnya antara lain IBU Mastaniah dan Pak Dani Agusta cs, maka dari itu,semua berkas saya serahkan kepada tim tersebut, setelah saya serahkan berkas dimaksud, setahu saya Berkas perkara dikembalikan lagi kepada Penyidik Polisi ( P19) untuk dilengkapi karena masih ada kekurangan hasil penyidikannya, nah selama itu saya tidak tahu lagi perkembangannya,” ungkapnya.

“Saya sarankan coba ditanyakan kepada Tim Jaksa peneliti tetsebut untuk perkembanganya, kalau menanyakannke tim jaksa tersebut tanya perkembangan perkara korupsi Lampu Hias Kabupaten Maros, terima kasih,” ujar Jaksa Surma.

Begitu juga dengan Jaksa Dani Agusta saat di konfirmasi mengenai LED melalui  pesan WhatAPP beberapa waktu lalu, tidak ada jawaban namun hanya di baca saja terlihat tanda Contreng biru dua.(kim)

 640 total views,  5 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *