Pembangunan RKB SMAN 2 Tapung Tanpa Papan Nama, Diduga Tidak Sesuai Bestek

KAMPAR, JAPOS.CO – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMA Negeri 2 Tapung Hilir selain tidak menggunakan papan nama diduga tidak sesuai bestek.

Ironisnya lagi,pembangunan RKB  tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan,pihak pelaksana dinilai sengaja tidak mendirikan papan nama bisa jadi indikasinya sebagai trik untuk menipulasi penggunaan nilai anggaran.

Pantauan Japos co dilapangan, Jumat (17/9) selain tidak menemukan papan nama, pihak kontraktor baik pengawas juga tidak ada ditemukan di lokasi selain tiga orang pekerja.Selain itu, dalam fisik bangunan RKB juga dinilai tidak sesuai bestek salah satunya ukuran cor reng balok dan tiang balok ditemukan berukuran 16×20 hingga ada yang 15.

Padahal, menurut keterangan Andrea salah satu pekerrja saat diminta keterangannya ukuran cor reng balok dan tiang balok berukuran 20×20 sesuai ukuran lebar papan.”Dua puluh kali dua puluh kotor,” ungkap Andre.

Selanjutnya, kata Andre pembangunan ruang kelas baru (RKB) tersebut, ia mengaku tidak mengetahui perusahaan apa kontraktornya.Dirinya mengaku ditunjuk hanya pekerja oleh orang yang bernama Hery.

Menurut Andre, Hery selaku kontraktor pembangunan RKB tersebut. Andre mengungkapkan semenjak berdirinya bangunan tersebut papan nama tidak ada dipasang. Bahkan bukan itu saja, dirinya mengungkapkan konsultan pengawas hanya sekali datang, itupun baru-baru ini.

Sebelumnya, Hery saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sabtu (18/9) menyatakan papan nama ada namun belum terpasang oleh pihaknya. Hery mengaku selaku pelaksana (Kontraktor), proyek pembangunan RKB tersebut memakai dana sekitar empat ratus juta lebih.Namun anehnya, dirinya mengaku tidak ingat perusahaan mana konsultan pengawas.

Selain itu, Hery juga mengaku pembangunan RKB tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan.

Terpisah, PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) bidang Pembinaan SMA Ardison S.Pd.MM saat dikonfirmasi menyampaikan, sebelumnya Ardison sudah menyampaikan kepada pihak kontraktor segera pasang papan nama.

Menanggapi hal tersebut, Ardison akan perintahkan para kontraktor yang belum mengunakan papan nama.

Ketika disinggung nilai kegiatan proyek tersebut, Ardison mengaku tidak ingat, bahkan selain itu, dirinya juga tidak ingat kontraktor dan konsultan pengawas perusahaan dari mana. Alasan tidak ingat, dirinya dikonfirmasi sudah diluar jam kerja.

“Harus dibuat papan namanya, nanti yang belum,saya perintahkan kontraktor supaya dibuat,” terang Ardison melalui selulernya, Sabtu (18/9).(dh)

 

 243 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *