Kepala LI Bapan Kecam Terjadinya Dugaan Kekerasan yang Dilakukan Oknum Guru

PADANG PANJANG, JAPOS.CO – Kepala Lembaga Investigasi (LI) BAPAN Kota Padang Andi Irman, mengecam keras terjadinya kekerasan kepada siswa yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu SMP negeri di kota Padang panjang. Kejadian aksi kekerasan ini dipicu dengan Permasalahan, siswa tidak menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru, seperti yang disampaikan oleh Y orang tua dari H murid kelas IX c di sekolah tersebut kepada Tim Investigasi Bapan, Sabtu (18/9/2021).

Kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan sekolah ini dipicu dengan hal tidak mengerjakan PR hampir satu lokal murid disekolah tersebut. H murid kelas IX c di SMPN 2 Padang panjang karena sakit tidak masuk sekolah (izin), setelah sembuh dari sakitnya, H murid kelas IX c ini kembali masuk sekolah pada hari Rabu (8/9/2021), saat itulah memuncaknya aksi kekerasan yang diiringi dengan cubitan dan jeweran telinga hingga menimbulkan rasa sakit , teman teman yang lain begitu juga ucap H kepada orangtuanya.

Hasil penelusuran Tim di lapangan, bukan hanya cubitan dan jeweran saja bahkan juga pernah main tendang dan bicara kasar ucap salah seorang orang tua siswa kelas 8 insial R kepada Y via telepon seluler, Kamis (16/9/2021).

Menurut Kepala Lembaga Investigasi Bapan kota Padang Andi Irman, ini sudah termasuk kategori tindakan kekerasan di lingkungan sekolah. “Perilaku ini tidak boleh,” ujar Andi Irman dalam keterangan Persnya yang di terima awak media (18/9/2021).

Andi Irman berharap, Pemerintah kota Padang panjang melalui dinas terkait dapat secepatnya untuk menindaklanjuti tidakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Guru SMPN 2 Padang Panjang ini sesuai aturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

Guru Pendidik semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan Psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi nya. Yang bersangkutan harus di evaluasi secara tegas oleh Pimpinan Sekolah beserta unsur DISDIK kota Padang panjang.

Untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman ANDI IRMAN juga menyebutkan sudah ada aturannya , sesuai yang di atur dalam PERMENDIKBUD no 23 th 2015 tentang pembentukan budi pekerti , no 64 th 2015 tentang kawasan tanpa rokok di sekolah , no 82 th 2015 tentang pencehahan kekerasan di lingkungan sekolah dan no 8 th 2016 tentang buku yang digunakan sekolah , dan no  35 th 2014 pasal 54 yang bermuara ke ranah hukum tegas ANDI.

Atas kejadian tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru kepada murid di sekolah tersebut yang sempat menghebohkan dunia maya dan dunia pendidikan di kota Padang panjang ini Sesuai informasi yang didapat , Beberapa orang tua murid akan menghadap langsung ke Dinas Pendidikan, dan pihak keluarga mengatakan tidak menerima atas perilaku oknum guru seperti ini dan akan membawa aksi tindakan ini ke ranah hukum pungkasnya. (Heri/Dms).

 

 325 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *