Tanpa Papan Nama, Diduga Proyek Siluman Rawan Kelabui Masyarakat

KAMPAR, JAPOS.CO – Proyek pembangunan gedung sekolah baru ditemukan tanpa papan nama di daerah Kecamatan Tapung Hilir. Pasalnya pembangunan tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan, pihak pelaksana diduga sengaja tidak mendirikan papan nama untuk mengelabui masyarakat. Pembangunan terletak di SMA Negeri 2  Tapung Hilir Desa Kijang Makmur Tapung Hilir Kabupaten Kampar Riau.

Padahal, sesuai amanah UU KIP (keterbukaan informasi publik) No 14 tahun 2008 dan Perpres No 54 tahun 2010 serta No 70 tahun 2012 dimana setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek  dengan mencantumkan jenis kegiatan, pelaksana, lokasi kegiatan, nilai kontrak, dan jangka waktu lama serta konsultan pengawas.

Dalam pantauan Japos Co dilapangan, Jumat (17/9) selain tidak menemukan papan nama, pihak kontraktor baik pengawas juga tidak ada ditemukan di lokasi selain tiga orang pekerja.

Pekerja pembangunan ruang kelas baru (RKB) Andre saat dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui perusahaan apa kontraktornya. Dirinya mengaku ditunjuk hanya pekerja oleh orang yang bernama Hery.

Menurut Hery selaku kontraktor pembangunan RKB tersebut, Andre mengungkapkan semenjak berdirinya bangunan tersebut papan nama tidak ada dipasang, padahal menurut dia program pemerintah sebelum pelaksanaan semestinya papan nama sudah terpasang. Bahkan bukan itu saja, dirinya mengungkapkan konsultan pengawas hanya sekali datang, itupun baru-baru ini.

“Yang saya tahu hanya pembangunan RKB,”jawab Andre.

Sementara Hery saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sabtu (18/9) menyatakan papan nama ada namun belum terpasang oleh pihaknya.

Menurut Hery, proyek pembangunan RKB tersebut memakai dana sekitar empat ratus juta lebih. Ia menambahkan, konsultan pengawas ada, namun dirinya tidak ingat perusahaan mana.

Hery mengaku selaku pelaksana pembangunan RKB tersebut, pekerjaan sudah berjalan sekitar satu bulan.

“Sudah ada tiga tiga Minggulah, sekitar satu bulan lah,” terang Hery lewat telepon.

Terpisah Kepsek SMA Negeri 2 Tapung Hilir Khairuddin yang sebelumnya diduga diisukan melakukan tindak pidana pungli tentang dana SPP(sumbangan penyelenggaraan pendidikan sebesar Rp 70.000 tahun ajaran 2019 belum berhasil dikonfirmasi.(dh)

 

 408 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *