Tanggapi Catatan-catatan Fraksi, Wabup Trenggalek Sampaikan Komitmen Peningkatan Kinerja

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Tanggapi sejumlah catatan fraksi-fraksi di DPRD Trenggalek, wakil bupati (wabup) sampaikan komitmen peningkatan kinerja dilingkungan pemerintah kabupaten. Hal tersebut disampaikannya saat gelaran sidang paripurna di gedung DPRD Trenggalek pada Jum’at (16/7/2021).

Disampaikan Wabup, Syah Mohammad Natanegara bahwa pandangan umum fraksi fraksi DPRD beberapa waktu lalu merupakan kritik dan saran sebagai pemacu kinerja agar lebih baik lagi.

Tentu, kata wabup, dengan dorongan kritik serta saran dimaksud maka pihaknya akan menyempurnakan peraturan yang tengah disusun antara eksekutif dan legislatif.

“Mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” ungkapnya, usai mengikuti paripurna.

Mantan aktivitis itupun yakin jika semua pendapat, saran, kritik dan masukan yang diajukan pada dasarnya merupakan bentuk tanggungjawab sebagai pengemban amanah rakyat. Karena hakikatnya, pemerintah bekerja tetap demi kebaikan serta kemajuan Kabupaten Trenggalek.

“Mudah-mudahan ini dapat memacu kami untuk berkarya dan bekerja lebih baik lagi sehingga kemajuan Trenggalek yang kita cita-citakan bisa segera terwujud,” imbuhnya.

Fraksi-fraksi DPRD, sambung wabup, menghendaki adanya penjelasan terkait beberapa indikator yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi ukuran untuk menilai tercapainya tujuan RPJMD.

“Untuk mencapai itu upaya kami diantaranya memberikan insentif yang akan dilakukan pemerintah daerah pada sektor pariwisata, mengingat pariwisata adalah sektor paling terpuruk,” terangnya.

Kemudian, prediksi laju inflasi selama 5 tahun kedepan dan Consumer Confidence Index (CCI) atau Indeks Keyakinan Konsumen sebagai alat ukur untuk mengevaluasi optimisme atau pesimisme konsumen mengenai kondisi perekonomian.

“Terus terkait target Indeks Gini (Gini Ratio) di akhir periode RPJMD tetap sama sebesar 0,38 tidak ditekan hingga dibawah rata-rata nasional,” tandasnya.

Selanjutnya, masih ujar suami Fatihatur Rohmah itu, dasar Perolehan Target IPEI adalah menggunakan proyeksi tren linear dari data yang sudah ada (2011-2020) dengan melakukan penyesuaian pada batas atas dan batas bawah angka IPEI (Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif).

Indikator ini, sebagai upaya untuk memulihkan perekonomian akibat pandemi serta dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Untuk itu, Pemkab Trenggalek bertekad menjadikan Kabupaten Trenggalek sebagai kota pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan hidup masa depan (keberlanjutan). Hal tersebut akan dapat dilaksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait yang berbasis kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, wisatawan dan sektor privat dengan pemanfaatan secara optimal sumber daya alam dan sumber daya manusia,” jelas Syah Natanegara.

Terakhir, menurutnya, pembangunan Kota Pariwisata akan memberikan dampak positif pada berbagai sektor (multiplier effect), diantaranya pertumbuhan sektor pertanian, sektor perikanan, sektor UMKM, serta sektor jasa.

Pembangunan Kota Pariwisata berlandaskan pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan dilaksanakan dengan menyelaraskan aktivitas masyarakat dengan kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup sebagai penopang sehingga dapat terwujud keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan budaya dengan kondisi lingkungan hidup untuk masa kini dan masa depan bagi masyarakat lokal dan wisatawan.

“Sehingga menurut kami, insentif inilah yang kita sama-sama harapkan dengan pengembangan sektor pariwisata, ” pungkasnya. (HWi)

 172 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *