Setelah Negosiasi ke KBRI Malaysia, Kapolsek Batang Tarang Pulangkan TKI ke Indonesia

SANGGAU, JAPOS.CO – Di bawah kepemimpinan Ipda Agus Tri Marsono,S.H.,Polsek Batang Tarang Polres Sanggau Kalimantan Barat, bersama jajarannya dan kepala desa telah berhasil membawa pulang warganya ke Indonesia setelah melakukan negosiasi ke KBRI Malaysia sejak tanggal,16 Mei 2021 hingga 15 Juni 2021 atas kasus perdagangan anak di bawah umur.
Adapun kronologis kejadian pada tanggal 16 Mei 2021 korban diajak temannya inisial AN bekerja di Malaysia, korban tanpa izin dari orang tua berangkat ke Pontianak menggunakan taksi dari Batang Tarang ke Pontianak. Sampai ke Pontianak korban di jemput menggunakan mobil dan di bawa ke suatu tempat di Kabupaten Kubu Raya Desa Sui.
Pada saat itu korban menginap satu malam di rumah Ejen setelah ke esokan harinya Ejen dan korban berangkat menuju ke Malaysia di bawa saudara K, sampai di Aruk Sambas korban memasuki perbatasan menggunankan sepeda motor untuk mengelabui petugas perbatasan, setelah itu korban sampai ketempat tujuan yang di janjikan oleh Ejen.
Kemudian pada tanggal 20 Mei 2021 korban bekerja sebagai operator judi online setelah beberapa hari korban dinyatakan tidak bisa kerja dikarenakan tidak bisa menggunakan alat tersebut, setelah itu majikan lalu menyekap korban dan di intimidasi sama pelaku.
Saat itu pelaku menghubungi pihak keluarga korban dan meminta tebusan sebesar RP.20 juta ke pihak keluarga korban, tersangka mengancam apabila tidak di penuhi, korban akan di bunuh di Malaysia. Pihak korban melaporkan kejadian ini ke pihak kepala desa dan Polsek setempat yang tidak jauh dari rumah korban, selanjutnya pihak kepala desa dan Polsek Batang Tarang melakukan negosiasi kepihak majikan kalau adiknya jangan di apa-apakan.
“Alhamdulillah Kapolsek dan kepala desa bekerja sama dan mengadakan negosasi melalui menyampaikan surat bahwa ada warganya yang di sekap di Malaysia,surat tersebut di respon oleh KBRI Malaysia,” terangnya.
Kapolsek pun memberi arahan yang sangat bijaksana dalam kasus seperti ini dan memberi arahan supaya keluarga korban tenang dalam kasus ini.
Sebelumnya Kapolsek juga merasa kesulitan untuk berkomunikasi, karena mereka disana menggunakan HP korban untuk menghubungi keluarga korban tetapi Kapolsek mempunyai pemikiran yang luar biasa supaya uang tebusan jangan di kirim terlebih dahulu.
Selanjutnya, Kapolsek melaporkan kejadian tersebut kepada kasat Reskrim Polres Sanggau dan pada  tanggal 1 Juli 2021 korban di bebaskan oleh majikan yang ada di Malaysia, saat itu korban di ikat menggunakan lakban dan dibuang tidak jauh dari kantor KBRI yang ada di kucing Serawak Malaysia
korban dimasukan kedalam karung dan di bawa menggunakan mobil lalu korban di lempar ke jalan dan korban pun diselamatkan petugas KBRI.
Drama panjang dalam pembebasan korban setelah melakukan negosasi dan bisa di selamatkan dan timnpun berhasil membawa korban pulang ke rumahnya dengan selamat.
Dalam hal ini Kapolsek dan tim akan membrantas sendikat perdagangan anak di bawah umur, pasalnya dengan bermodalkan uang 10 Ribu tanpa ada identitas bisa untuk ke Malaysia, Kapolsek dan tim akan mengusut tuntas kasus ini sampai selesai siapa-siapa yang terlibat.
Atas kasus ini Kapolsek masih menyelidiki kasusnya dan masih belum ada yang di tetapkan sebagai tersangka.
“Saya menghimbau kepada masyarakat kalau mau jadi TKI harus mendapatkan izin dari orang tua, suratnya harus lengkap dan tidak boleh di bawah umur dan juga harus ada pelatihan kerja dari depnaker,”pungkas Kapolsek. (amsah).

 377 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *