Tumpukan Hasil Pengerukan Drainase ‘Tunggu’ Korban Berjatuhan

BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Siapakah yang bertanggung jawab jika kecelakaan terjadi diakibatkan tumpukan pengerukan drainase? Hal tersebut membuat masyarakat setempat resah.

Pengerukan sidemen di Jl Simpang Luak Anyia, Kelurahan Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Kota Bukittinggi masih menyisakan pekerjaan pemborong. Padahal pekerjaannya sudah lama selesai, namun sisa pengerukan masih ditumpuk di pinggiran badan jalan.

Di samping merusak keindahan kota, bahkan dapat mengundang kecelakaan pengguna jalan. Karena sisa hasil pengerukan dijejer di pinggir sepanjang Jl Simpang Luak Anyia.

“Apakah itu disengaja atau tidak, yang jelas kondisi ini sudah dibiarkan berlarut-larut. Apakah menunggu korban berjatuhan baru diambil tindakan?” celetuk salah satu warga masyarakat setempat, ketika bincang-bincang dengan Japos.co.

Sementara itu, Kepala PUPR Bukittinggi Rahmad AE yang dihubungi lewat telepon genggamnya, Rabu (28/4), menyebut pekerjaan pengerukan sedimen dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUPR Kota Bukittinggi.

Sekaitan kondisi di lapangan yang meresahkan warga atas tumpukan tersebut, baik bagi pemakai jalan dan juga merusak keindahan kota, Rahmat AE menanggapinya. Menurtunya, akan segera dilakukan pembersihan. “Akan sesegera mungkin dilakukan pembersihan,” ujarnya singkat.(Yet)

 43 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *