Digugat 1Triliun, Bukalapak Diharapkan Penuhi Kewajiban Saat Mediasi

JAKARTA, JAPOS.CO – Sidang gugatan dengan nomor perkara 294/Pdt.G/2021/PN/JKT.SEL antara PT Harmas Jalesveva selaku Penggugat dengan perusahaan e-commerce bukalapak selaku Tergugat kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021).

Perusahaan e-commerce Bukalapak, digugat Rp1 triliun dan Rp90 miliar oleh PT Harmas Jalesveva, atau pemilik/pengelola One Bell Park Mall. Penyebabnya, Bukalapak dianggap tidak patuh dan melanggar kesepakatan yang telah dibuat, dalam hal sewa-menyewa belasan lantai di gedung tersebut.

Sidang kedua ini, majelis hakim mengagendakan pelaksanaan mediasi antara kedua belah pihak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2021.

Menurut kuasa hukum PT Harmas Jalesveva, Muhammad Syakur Mandar SH MH, pihaknya berharap tercapai titik temu dalam mediasi tersebut.

“Kita berharap di sidang mediasi yang sudah ditetapkan pada tanggal 17 Mei nanti, setelah lebaran, Bukalapak dan PT Leads property beritikad baik untuk menyelesaikan apa yang menjadi kewajibannya,” ujar Syakur usai sidang.

“Karena kita sama sekali tidak lalai dalam kewajiban kita sebagai penyedia gedung,” imbuhnya.

Menurutnya, selain Bukalapak, dalam gugatan tersebut, Harmas juga menggugat PT Leads Property Services Indonesia, marketing yang mengatur hubungan sewa-menyewa antara Bukalapak dengan Harmas.

Syakur menegaskan pihaknya yang mengalami kerugian yang bersifat nyata,kerugian materil Rp.90 milyar.

Kerugian ini, kata Syakur berasal dari sisa uang sewa yang tak dibayarkan, perbaikan dan lainnya. Yang terbesar, berasal dari hilangnya kesempatan pihak lain menyewa lantai 6 hingga 20 pada gedung itu, selama hampir empat tahun, sejak 2017.

“Kami berharap, Bukalapak memenuhi kewajibannya, sesuai perjanjian atau letter of intent (LoI).

“Teman-teman bisa lihat di gedung, di sana Bukalapak sudah melakukan pembangunan interior di dalam, menanta ruangan segala macam, mengganti ini, mengganti itu semua sudah dilakukan sekarang. Tiba-tiba dia membatalkan kontrak. Tentu ini merugikan kami, merugikan klien kami secara nyata,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Dinny Nur Hadiyani, SH L LM selaku kuasa hukum Harmas mengharapkan adanya itikad baik oleh para pihak tergugat.

“Kita hatap bisa hadir dalam sidang mediasi,” sambungnya.

Namun pihak Bukalapak sendiri membantah memiliki kewajiban terhadap Harmas. Menurut mereka, justru pihak Harmas yang memiliki kewajiban terhadap Bukalapak.

“Bukalapak tidak menggunakan jasa PT Harmas Jalesveva. Namun, PT Harmas Jalesveva yang masih memiliki kewajiban yang perlu dipenuhi terhadap Bukalapak,” ujar Perdana Arning Saputro, Vice President of Legal, Public Policy & Regulatory Affairs Bukalapak.(Red)

 103 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *