WC Tidak Bisa Digunakan Siswa, Kepsek SMPN 7 Tapung Hulu Minta Dirinya Dilaporkan

PEKANBARU, JAPOS.CO – Kepsek SMPN 7 Tapung Hulu Kabupaten Kampar, dirinya minta dilaporkan saja kepada pihak penegak hukum. Hal ini disampaikannya dikediamannya yang berdomisili di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu saat dikonfirmasi terkait pasilitas dan gedung sekolah yang dinilai kondisinya sangat prihatin, Rabu (21/4).

Kepsek SMPN 7 Tapung Nasrudin S.Pd mengatakan dirinya tidak bersedia dikonfirmasi masalah urusan sekolah dirumahnya,menurut dia tidak beretika. Ia juga menyatakan sekolah tersebut tidak perlu diperbaiki lagi, pasalnya sekolah tersebut akan direhab oleh pemerintah. Kepsek menganggap, kedatangan wartawan selaku kontrol sosial menemui dirinya untuk konfirmasi, justru hanya memancing emosi nya dan merasa cape menghadapi wartawan.

Nasrudin menilai kedatangan wartawan  hanya mencari-cari kesalahan saja tidak pernah menyorot yang positif.

“Mau laporkan, laporkan sekolah itu kalau hanya mencari kesalahan saja,habis”. kata Nasrudin dengan nada arogan.”Disisi lain, menurut Kepsek jika wartawan mencari sesi positif nya dan memberitakan dirinya tidak segan-segan akan beri  imbalan.”nanti kan ada Pengadilan siapa yang salah, kalau ngga ada salah kutuntut kalian,habis,”ancam Kepsek ke awak media.

“WC sikit udah kalian sorot, ini sikit udah kalian sorot,laporkan saja habis cerita,” kilah Kepsek sambil meninggalkan awak media kedalam kediamannya.

Sebelumnya, Kepsek SMPN 7 Tapung Hulu Kabupaten Kampar sudah tiga kali dikunjungi awak media kekantornya, namun tidak pernah berhasil.

Sementara pada Rabu (31/3) sekitar pukul 11, menurut sejumlah siswa pihak guru-guru sudah pulang beserta kepseknya. Selanjutanya Jumat (16/4) sekitar pukul 9 aktivitas sekolah tidak ada, menurut keterangan salah satu guru yang ditemui di kediamannya, ada salah satu guru terinfeksi virus covid-19 sehingga sekolah diliburkan dan kembali masuk hari Senin. Kemudian  Jumat (16/4/21) aktivitas sekolah kembali masuk dan tetap mengikuti prokes. Setelah pihak Diknaspora Kampar mengedarkan surat pemberitahuan libur awal Ramadhan 1442 H pada (7/4/21) selama tiga hari (12-15 April 2021).Ironisnya, ketiga kalinya (21/4) sekitar pukul 9, salah satu guru menyebutkan, Kepsek lagi Dinas diluar, menurut pihaknya Kepsek tadi pagi masuk dan langsung pergi kebangkinang.

Anehnya, ketika disambangi awak media di kediamannya, ternyata Kepsek SMPN 7 Tapung Hulu Kabupaten Kampar berada di kediamannya, yang saat itu, dirinya mengaku hendak berangkat.

Sebelumnya, dari pantauan  awak media dilapangan, terkait kondisi pasilitas dan gedung sekolah SMPN 7 Tapung Hulu Kabupaten Kampar Riau, tampak sangat memprihatinkan seperti lantai keramik mengelupas, sebagian ruangan kelas tidak memiliki pintu,plapon nampak ada terkelupas.Sehingga takut akan menggangu kenyamanan dan membahayakan kesehatan para siswa .Melihat kondisi pasilitas sekolah yang sangat memprihatinkan, pihak sekolah dinilai tidak pernah melakukan perawatan pemeliharaan sarana prasarana sekolah sesuai petunjuk teknis juknis BOS reguler.Dengan kondisi pasilitas sekolah tentu siswa tidak nyaman melakukan aktivitas proses belajar-mengajar.Selain kondisi pasilitas sekolah, sejumlah WC, ironisnya,tidak dapat dipungsikan, selain WC guru yang berada di dalam kantor Kepsek.

Menurut keterangan sejumlah siswa, jika mereka yang laki-laki hendak buang air kecil baik air besar, buangnya kesemak-semak atau pohon sawit didekat sekitaran sekolah,yang perempuan ke WC guru sebagian.Hal inipun diakui salah satu guru yang ditemui dikediamannya.

Selain itu,dilokasi kantor kepala sekolah, awak media tidak dapat melihat papan informasi tentang juknis penggunaan dana bos.Menurut operator sekolah SMPN 7 Tapung Hulu, Rudi , pihaknya belum membuatnya baik itu papa informasi tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber baik masyarakat, yang tidak bersedia namanya disebut menyatakan, Nasrudin S.Pd sudah puluhan tahun jadi kepsek dari yayasan LPM hingga setelah  SMPN 7 Tapung Hulu dinilai jarang masuk sekolah selain hari Senin, itupun tidak lama bertahan disekolah, ungkap sumber.SMPN 7 Tapung Hulu Kab Kampar yang terletak di desa Kasikan dusun paitan memiliki jumlah siswa sebanyak 355 siswa status penerima dana BOS sebesar Rp 1juta/siswa x355.Tentu,untuk penggunaan dana pemeliharaan sarana prasarana sekolah besar  dan patut dipertanyakan kemana penggunaannya selama Nasrudin jadi kepsek SMPN 7 Tapung Hulu.(dh)

 

 603 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *