Warga Desa Swadaya Alirkan Air Bersih, Berharap Untuk Diteruskan

KAYONG UTARA, JAPOS.CO – Puluhan warga dari dua desa yakni Desa Penjalaan dan Desa Rantau Panjang, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar bergerak menyambungkan jaringan pipa air bersih agar teraliri ke masing-masing rumah mereka. Aksi spontan itu dilakukan saat mengetahui pipa air bersih sudah lancar dan bisa digunakan.

Warga berharap agar program unggulan Bupati Citra Duani dan Wabub Efendi Ahmad ini terus dituntaskan karena air bersih di sebagian besar desa di Kayong Utara merupakan ‘barang mahal’ dibandingkan dengan penghidupan masyarakatnya.

Aksi ini diawasi ketat oleh Kepala Unit Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara, Eman Awaludin dengan mengarahkan dan memberikan pipa pada warga saat melakukan kegiatan penyambungan pipa dengan tujuan agar debit air menjadi lebih cepat keluarnya dan lancar.

Sejak pagi, pada Senin (19/4) hingga menjelang petang dalam keadaan berpuasa, mereka antusias mengerjakan sambungan pipa air itu. Ada yang mengerjakan sambungan pipa itu hingga harus mencebur ke parit. Adapula sebagian mereka yang mengerjakan galian tanah untuk menanam pipa.

Mistor, salah satu pemuda di desa itu mengatakan, aksi ini murni inisiatif mereka yang memang sudah sangat mengharapkan teraliri air bersih dari sumber mata air Lubuk Tapah di Sukadana.

“Di tempat kami ini, memang air bersih lah yang paling kami harapkan. Selama ini, kami membeli dari pihak swasta. Makanya begitu tau pipa air sudah ada maka kami spontan bergerak,” kata Mistor.

Eman Awaludin Kepala UPT Air Bersih saat mendampingi warga melakukan pekerjaan itu menjelaskan, aksi warga ini dilakukan agar dorongan air menjadi lebih cepat. Karena, beberapa titik pipa transmisi di Desa Rantau Panjang masih bermasalah.

“Hasil rehab sumber air bersih di Lubuk Tapah sudah baik, sudah bisa sampai ke desa ini meskipun pergerakan air saat ini masih lamban. Tapi lumayanlah, untuk saat ini sudah mengurangi biaya pembelian air bersih,” kata dia.

Saat ini dikatakan Eman juga, agar sampai ke Desa Teluk Melano dan seterusnya, masih ada masalah yang segera diatasi yaitu rusak bahkan hilangnya jaringan pipa yang sudah terpasang pada jembatan baja Teluk Melano.

“Untuk ke arah Teluk Melano, pipa saat ini yang dulu terpasang pada jembatan rangka baja ternyata banyak hilang, apakah dirusak atau diambil, kami tidak tahu itu,” tuturnya.

Eman bersama tim-nya mengklaim sangat fokus menangani air bersih di Kayong Utara. Meskipun, sejumlah persoalan dihadapi, Ia mengaku siap demi warga Kayong Utara agar bisa menikmati pelayanan air bersih.

“Siang malam turun lapangan demi terwujudnya air bersih agar dinikmati masyarakat,” pungkasnya.(Dins)

 495 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *