Ternyata, Material Galian C Pembangunan Gedung Baru PN Kuala Kurun Memiliki Izin

KUALA KURUN, JAPOS.CO – Kontraktor pelaksana pembangunan gedung kantor baru Pengadilan Negeri (PN) Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) membantah bahwa pihaknya menggunakan material galian C hasil penambangan liar (illegal minning) dalam pembangunan tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan Site Manager PT Karya Sahabat Jaya, Hero Siswandi kepada Japos.Co di kantornya, Palangka Raya, Selasa (20/4/2021).

Hal itu utarakan menanggapi berita Japos.Co berjudul ‘Pembangunan Gedung PN Kuala Kurun Diduga Menggunakan Galian C Ilegal’, yang dimuat pada Selasa, (13/4/2021)lalu.

“Kalau pasir kami membelinya dari Pak Luduh, pemilik Usaha Pasir Tewah. Kalau batu kami membelinya dari CV Habibi di Awang Barat Kecamatan Karang Intan. Dan semua tempat kami membeli material itu, ada izinnya,“ ucapnya, sembari menunjukan nota pembelian.

Terkait pemberitaan tersebut, dia juga menyayangkan sikap anak buahnya di lapangan yang tidak respon saat ditemui Japos.Co untuk konfirmasi. Sehingga terjadi miskomunikasi dan mengakibatkan pemberitaan tidak berimbang.

“Atas sikap anak buah kami di lapangan yang tidak berkenan, saya mohon maaf. Semoga Ini menjadi peringatan bagi kami kedepan, agar lebih tanggap lagi terhadap rekan wartawan yang ingin konfirmasi,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, pembangunan gedung kantor baru PN Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Karya Sahabat Jaya Kso PT Eka Karya Graha Putra, baru-baru ini mendapat sorotan dari warga setempat.

Pembangunan gedung yang dianggarkan menelan dana Rp 19 miliar lebih itu mendapat sorotan lantaran diduga menggunakan material galian C yang diperoleh dari hasil penambangan liar.

Terkait informasi tersebut, Japos.Co telah berupaya untuk meminta konfirmasi, baik dengan mendatangi secara langsung maupun lewat surat, namun hingga berita tersebut dimuat tidak ada tanggapan.

“Harapan kami, dengan adanya klarifikasi ini, dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa informasi tersebut tidak semuanya benar,” pungkas Hero Siswandi.(Mandau)

 

 136 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *