Kasus Dinas PUPR Kayong Utara, Polda Kalbar Fokus Kumpulkan Alat Bukti

KAYONG UTARA, JAPOS.CO – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini sedang mengumpulkan alat bukti menyangkut dugaan penyimpangan proyek rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) air bersih tahun 2020 pada Dinas PUPR Kayong Utara.

Proyek air bersih itu diketahui menelan anggaran sebesar Rp 10,8 miliar, terpecah dalam 3 paket pekerjaan berbeda dengan kontraktor pelaksana berbeda pula.

Informasi penyelidikan itu didapat dari keterangan Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Denny Charles Go saat ditanya terkait perkembangan pemeriksaan pada pihak terkait proyek itu.

“Tim masih bekerja, statusnya masih penyelidikan. Kita masih mengumpulkan bukti,” kata dia, Selasa (20/4) saat ditanya salah satu media terkemuka di Kalbar.

Untuk memperdalam penyelidikan, beberapa waktu lalu, Polda Kalbar sudah melakukan pemanggilan terhadap dua orang Aparatur Sipil Negara pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kayong Utara.

Meski tidak diungkapkan nama oleh Donny, dari sejumlah kabar, 2 orang yang dipanggil Polda itu diantaranya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR, Ir Suratmin dan Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Air Bersih, Eman Awaludin saat dalam kegiatan menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Belum boleh bicara nama, masih penyelidikan,” ucap Donny, pada Senin (22/3) lalu.(Dins)

 724 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *