Kecelakan Pekerja PTPN V, Klinik Pratama Emplasment Terantam Diduga Berikan Keterangan Palsu

PEKANBARU, JAPOS.CO – Salah satu staf Klinik Pratama Emplasment Terantam Afdeling VI diduga memberikan keterangan palsu, pasalnya saat di konfirmasi terkait pasien korban kecelakaan kerja di kebun PTPN V Trantam beberapa waktu lalu tidak memberikan keterangan jelas.

Utomo selaku staf klinik mengatakan J Hutasoit berobat ke klinik Pratama tanggal dua tepat hari Selasa dengan keluhan sakit gigi. Namun saat diminta menunjukkan catatan daftar pasean atas nama J Hutasoit, oknum klinik Pratama dinilai tidak bersedia memberikan, menurutnya bukan kewenangannya.

“Tanggal dua dia berobat kesini pa, keluhannya sakit gigi,” jelasnya, Jumat (16/4).

Sementara, pihak PTPN V melalui Karani Afdeling Vll Trantam Hombing saat dikonfirmasi melalui seluler menyatakan catatan riwayat pasean atas nama Jimhot Hutasoit yang mereka peroleh dari keterangan klinik Pratama Emplasment Terantam, JH berobat pada tanggal 30 Januari 2021,dada sebelah kiri kena duri bengkak atau merah ditambah sakit gigi.

Karani Hombing menambahkan keterangan tersebut yang membuat pihak klinik Pratama Emplasment Terantam, pihaknya hanya membuat surat berobat.

Pernyataan yang berbeda, dari pernyataan Karani Hombing saat dikonfirmasi dengan staf Klinik Pratama Emplasment Terantam tersebut dinilai sengaja memberikan keterangan palsu dengan menyatakan pasean JH berobat pada tanggal 2 tepat hari Selasa keluhan sakit gigi.

Sebelumnya diketahui, hampir satu bulan duri bersarang di tubuh JH akibat mengalami kecelakaan kerja di kebun PTPN V Trantam Afdeling Vll Blok C 13, saat panen TBS di pokok pertama.

JH sempat lama menahan sakit, akibat ada larangan berobat oleh oknum Asisten Afdeling Vll  PTPN V Trantam. Hingga JH sempat mangalami panas dingin serta hampir kehilangan keseimbangan yang dinilai akibat sudah peradangan.

Sebelumnya saat dikonfirmasi dengan menghadirkan J Hutasoit, diruang Kantor Afdeling Vll PTPN V Trantam, JH mengungkapkan, dirinya menganggap  peraturan, kebijakan yang diperlakukan kepada dirinya seolah-olah itu tekanan dan diskriminasi yang dilakukan oleh Asisten JM Sinaga.Dinilai peraturan didalam peraturan yang dibuat Asinten JM Sinaga Afdeling Vll PTPN V Trantam, dirinya merasa tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari.

Dimana dirinya, masih pernyataan JH, selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa tekanan, larangan berantraksi sesama karyawan, kemana dirinya mau.

Hingga berita ini diturunkan Manejer PTPN V Trantam Tapung Hulu Kabupaten Kampar Riau,Watson M Manalu sulit dikonfirmasi.(dh)  

 

 331 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *