Rugikan Konsumen, Developer Tenjo City Batalkan Sepihak Pembelian Rumah

TENJO (BOGOR), JAPOS.CO – Maraknya pengembang yang menyediakan rumah, baik kelas kecil, sedang dan besar, tentu saja sangat membantu masyarakat dalam kepemilikan rumah.

Namun demikian, ada saja pengembang (developer) berbuat nakal, yang justru merugikan konsumennya. Bahkan tak jarang, dengan menganggap enteng membatalkan secara sepihak kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.

Hal ini dialami Marlina S Parhusip, seorang wiraswasta yang merupakan salah satu konsumen Perumahan Tenjo City yang beralamat di Jl Singa Bangsa Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Marlina yang ditemui di workshop bengkelnya, meluapkan kekecewaannya atas sikap pihak Tenjo City (TC) yang secara sepihak membatalkan atas pembelian unit rumah di Blok E6 No 21 di perumahan itu.

Dirinya pun menceritakan ihwal membeli unit rumah di Perumahan Tenjo City yang ditawarkan oleh bagian merketing perumahan di bulan Desember 2020 lalu.

Karena merasa tertarik, Marlina lalu mendatangi kantor pemasaran Perumahan Tenjo City di lokasi perumahan untuk melengkapi persyaratan.

Syarat yang ditawarkan memang simpel, yaitu tanpa BI Checking dengan DP ringan berikut persyaratan administrasinya.

“Saat di kantor pemasaran TC, kita juga bertemu langsung dengan pak Toto Manager Marketting Perumahan Tenjo City, yang didampingi bagian marketing,” sebut Marlina.

Setelah disepakati, urai Marlina, selanjutnya pembayaran booking fee untuk bulan pertama dilakukan. Dan bulan selanjutnya pembayaran DP secara bertahap (mencicil 3 kali) hingga lunas. Dan untuk selanjutnya rencananya pada 15 April pembayaran biaya adminstrasi dan deposit.

“Nah, saya sangat kaget begitu membaca pesan WA dari pihak TC tertanggal 10 April 2021, bahwa pembelian rumah di blok E6 No 21 atas nama saya dibatalkan atau ditolak,” ujarnya kesal.

Anehnya lagi, menurut dia, pihak TC tidak memberikan alasan yang pasti atas pembatalan tersebut. “Saya juga telah menanyakan baik-baik, seperti apa sebenarnya alasan penolakan itu, tapi pihak TC enggan memberitahu dan tidak mau menanggapi,” tegasnya.

Lanjut Marlina, ditanya soal alasan mendasar atas ditolaknya kepemilikian unit rumah tersebut, pihak TC sempat saling lempar tanggung jawab dan bahkan salah satu dari mereka menyebut bahwa alasan penolakan tidak bisa dipublikasikan.

“Lho, ada apa? Kan sebagai konsumen yang dirugikan saya harus tahu apa alasan mereka menolak atau membatalkan,” ungkapnya.

Karena menurut sepengetahuan Marlina sendiri, saat pertama kali dilakukan perjanjian, tidak ada ketentuan lain yang menjadi patokan bagi pihak TC untuk melakukan penilaian terhadap dirinya sebagai konsumen.

“Sehingga apapun alasannya, kita benar-benar tidak terima karena saya sebagai konsumen jelas telah dirugikan baik secara materil maupun immateril,” tandasnya.

Untuk mengamankan agar dananya yang sudah sempat disetorkan ke pihak TC tidak berkurang, lalu Marlina mengisi formulir pengembalian dananya. Ketika itu, Rabu (14/4) pihak TC meminta agar konsumen datang langsung ke kantor Pemasaran Perumahan TC guna menandatangani formulir pengembalian dananya.

Namun Marlina kembali dibuat kecewa, ternyata setelah mendatangi kantor pemasaran pada Kamis (14/4), untuk menanyakan pengembalian dana, justru pihak TC menyatakan bahwa unit rumah di Blok E6 No 21 atas nama Marlina Suriani Parhusip, tidak ada pembatalan.

“Anehnya lagi, saat menyampaikan bahwa kedatangan saya kesana untuk menandatangani pengembalian dana, karyawan TC yang bertugas menyebut tidak ada koordinasi dari pusat,” sebutnya.

Saat itu, di depan para konsumen lain, Marlina spontan marah-marah, sebab kedatangannya jauh-jauh dari Ciputat, Tangsel ke Tenjo, tidak mendapatkan solusi tepat.

“Saya pun meminta karyawan untuk menyambungkan telepon ke pihak pusat yang menyuruh saya datang ke TC,” bebernya.

Marlina kembali dibuat kesal. Pasalnya, dalam percakapan melalui telepon, pencairan akan dilakukan dalam sehari dua hari kedepan. Ira, yang biasa menghubunginya soal pengembalian dana justru dialihkan kepada Kiki. Kiki pun meminta maaf kepada Marlina atas ketidaknyaman itu.

“Tapi kan saya sudah tandatangan, gimana saya keluar dari (kantor pemasaran) ini kalo dananya belum ditransfer ke rekening saya. Gimana saya percaya kalau dana saya sudah masuk (ke rekening),” ungkapnya.

Marlina pun bersikukuh dan tidak akan meninggalkan tempat sebelum dananya ditransfer. Sehingga akhirnya disepakati dananya akan ditransfer pada besok harinya sebelum pukul 12.00 Wib.

“Okelah, saya sepakat, mungkin Kas Perumahan Tenjo City lagi minus, besok saya tunggu,” kata Marlina menceritakan kronologi perselisihannya dengan pihak Perumahan Tenjo City.(Pht)

 241 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *