Kabupaten Ciamis Ikuti Verifikasi Pemberian Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya

CIAMIS, JAPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis mengikuti acara verifikasi lapangan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual di Aula Adipati Angganaya Bappeda Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu.

Verifikasi lapangan yang dilangsungkan secara virtual tersebut juga turut dihadiri oleh Asisten Deputi PUG Bidang Ekonomi Eni Widiyanti, serta Tim Verifikator Lapangan Implementasi Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Asissten II Sekda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Toto Marwoto, M.Pd, Kepala DP2KBP3A, Kabupaten Ciamis, Drs. Dian Budiana, M.Si, Ketua Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Kabupaten Ciamis, Vera Felinda, Akademisi Universitas Galuh Ciamis serta stake holder yang tergabung di dalam pokja Kabupaten Ciamis.

Kepada tim Jaya Pos, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Dian Budiana selepas ekspos kegiatan verifikasi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melihat lebih dalam data dan informasi pengakuan gender berdasarkan pengisian formulir evaluasi. Sehingga tim dapat memperoleh data yang lebih lengkap, komprehensif, dan objektif sebagai bahan penyusunan Indeks Persamaan Gender sebagai dasar pertimbangan dalam menominasikan calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Menurutnya, APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak. Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Kabupaten Ciamis sendiri, kata Dian, prinsipnya bagaimana PUG bisa dilaksanakan dengan baik karena yang namanya di Gender itu bukan perbedaan sebetulnya, tetapi di Gender bagaimana peran dan fungsi baik perempuan maupun laki-laki ketika berbicara kesetaraan.

“Saat ini di Kabupaten Ciamis kesetaraan Gender sudah merata dengan adanya beberapa jabatan tinggi pratama dijabat oleh kaum perempuan, begitu pula jabatan Camat dan jabatan-jabatan seperti kepala bidang. Hal itu menandakan peran dan fungsi perempuan dan laki-laki tidak dibatasi, kaum perempuan bisa masuk ke semua sektor di bidang pembangunan, “ katanya.

Dalam pertemuan virtual tersebut Asisten II Sekda Ciamis, H. Toto Marwoto mewakili Bupati Ciamis menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menginisiasi diselenggarakannya Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 sebagai salah satu bentuk nyata penghargaan bagi pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di daerah.

“Penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten/kota nantinya diharapkan akan benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memang benar memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan,” ungkap H. Toto.

Penghargaan itu adalah bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pada pimpinan kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah, dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender.

“Kami komitmen untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, ini dipertegas melalui misi kami, kemudian dijabarkan dalam tujuan dan sasaran strategis serta program prioritas yang mendukung pelaksanaan visi misi tersebut dan diimpelementasikan oleh seluruh OPD di lingkup Pemkab Ciamis,” kata H. Toto.

Klaim itu, sambung H. Toto, tertuang secara nyata dalam visi Bupati dan Wakil Bupati Ciamis pada RPJMD Tahun 2019-2024. “Dimana prinsip inklusi telah diadopsi melalui visi Mantapnya Kemandirian Ekonomi, Sejahtera untuk Semua.,” tandasnya. (Mamay)

 

 70 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *