Desa Mangkubumi Manfaatkan Program PTSL  

CIAMIS, JAPOS.CO – Manfaat yang diperoleh dari program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di antaranya masyarakat memiliki bukti sah kepemilikan tanah, menghindari konflik/sengketa tanah, dan membuat aset masyarakat yang bisa dijadikan jaminan bank untuk modal usaha.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, , Ali Muhidin, S.Pd.,M.M selepas kegiatan penyuluhan di Aula Desa Mangkubumi beberapa waktu lalu. Menurutnya, dengan diterimanya sertifikat ini, maka yang bersangkutan telah dinyatakan sah memiliki tanah tersebut. Dengan kepemilikan sertifikat tanah ini diharapkan dapat menjamin kepastian hukum aset tanah masyarakat dan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ali Muhidin membenarkan bahwa program PTSL terus disosialisasikan pemerintah melalui kantor ATR BPN Ciamis kepada masyarakat dari mulai tingkatan Camat dan Lurah/Kepala Desa, agar nantinya muncul kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan program PTSL ini. Sehingga jumlah masyarakat yang memiliki sertifikat kepemilikan tanah di Kabupaten Ciamis akan semakin meningkat.

Program PTSL, dijelaskannya, merupakan program nasional yang digagas Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah untuk kepengurusan sertifikat sehingga prosesnya menjadi cepat. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,” jelasnya.

Di tahun 2021 ini, kata Ali Muhidin, berdasarkan data dari kantor ATR BPN Ciamis, Kabupaten Ciamis mendapatkan 120 ribu bidang tanah yang akan disertifikatkan yang tersebar di 55 desa di Kabupaten Ciamis. Untuk wilayah Kecamatan Sadananya diantaranya, Desa Mangkubumi, Desa Mekarjadi dan Desa Bendasari.

“Ke-55 desa dari 15 kecamatan tersebut merupakan penerima program PTSL sebelumnya. Jadi pemerintah berkeinginan yang 55 desa itu di tahun pertama ketika tidak bisa tuntas dalam penyertifikatan bidang tanah di desa tersebut, diharapkan di tahun kedua ini bisa tuntas. Karena tidak akan ada lagi program lanjutan bagi desa yang sudah mendapatkan 2 kali program PTSL, “ kata Ali Muhidin.

Untuk itu, tegas Ali Muhidin, kepada masyarakat agar memanfaatkan program PTSL ini dengan sebaik-baiknya. Bagi masyarakat yang berada di luar kota, untuk bisa menghubungi panitia program PTSL agar bisa tercapai maksimal sesuai dengan target yang diajukan oleh pihak desa.

Diakuinya, dari target 1.500 bidang tanah yang diajukan dalam program PTSL di tahun 2019 hanya terealisasi sebanyak 1000 bidang tanah yang sudah disertifikatkan, sementara untuk program PTSL lanjutan atau tahun kedua di tahun 2021 pihaknya menargetkan 1.665 bidang, dimana sampai akhir Maret terdata 362 bidang yang akan disertifikatkan.

“Jadi Desa Mangkubumi sudah mendapatkan 2 kali kegiatan dalam program PTSL yang diluncurkan pemerintah. Alhamdulillah berdasarkan informasi dari kantor ATR BPN Ciamis, desa-desa yang sudah tercapai targetnya dalam penyertifikatan bidang tanah, maka disebut Desa Lengkap, “ ujar Ali Muhidin.

Berkaitan dengan biaya dalam proses penyertifikatan PTSL, tandas Ali Muhidin, sudah sesuai dengan SKB 3 Menteri, yaitu Kementerian Agraria dan Tata ruang, Kemendagri, dan juga Kemendes. “Pembayarannya sangat murah, cuma Rp 150 ribu, itu juga buat beli materai, fotocopy, dan yang lainnya dalam pemenuhan kelengkapan administrasi si pemohon sertifikat tersebut. Saya berharap dengan adanya program PTSL ini, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya warga Desa Mangkubumi. Kalau sudah memiliki bukti kepemilikan (sertifikat), tentunya kedepan tidak akan menjadi polemik. Takutnya kalau tidak bersertifikat, apalagi masjid, madrasah atau makam, yang berstatus wakaf, jika ada keluarga yang tidak tahu silsilah tanah dan menggugat, itu akan menjadi beban semuanya,” tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 

 

 69 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *