Kasus Penipuan Investasi Bodong di Jaktim, Pelaku Masih Buron

JAKARTA, JAPOS.CO – Banyaknya kasus penipuan berkedok investasi barang/produk sering terjadi di Indonesia khususnya dalih investasi dan mendapatkan fee selangit sering menjadi godaan bagi para pencari investasi berlipat.

Seperti yang terjadi di wilayah Jakarta Timur (Jaktim), aksi penipuan yang mana hingga saat ini pelakunya masih berstatus buronan dan belum tertangkap.

Diah Eka Tantri (korban), selaku pelapor menjelaskan kepada awak media bahwa awal mula dirinya kenal dengan perempuan tersebut adalah teman, lalu perempuan berinisial At mengaku sebagai agen marketing dari MS. GLOE menawarkan produk investasi berjenis kosmetik dan macam-macam, yang terkandung di dalamnya adalah ketika orang menginvestasikan uang maka akan ada fee 20% setelah barang tersebut datang.

“Setelah saya membayar Rp 500 juta dalam pembayaran 2 tahap, kok saya curiga akhirnya saya telepon WhatsApp messenger namun nomor saya diblokir, maka saya pun tambah curiga sehingga akhirnya keempat teman saya pun serentak menanyakan kepada saya, ya hasilnya nihil,” ungkap Tantri dengan nada kesal, Minggu (11/4/2021).

Dalam kejadian tersebut, sambung Tantri, keempat temannya pun akhirnya ikut merasa tertipu oleh At dengan macam-macam nominal investasi, ada yang Rp 400 juta sampai Rp 1 miliar. Jika dihitung kerugian semuanya mencapai Rp 4,5 miliar uang yang berhasil dibawa At kabur.

“Saya bersama kuasa hukum mencoba melaporkan kasus pidana murni ini ke Polres Jakarta Timur pada tanggal 7 Agustus 2019, namun sampai sekarang belum ada titik terang dan hampir belum ada tindakan kepolisian untuk menangkap pelaku penipuan investasi bodong tersebut,” katanya.

Sebab menurutnya telah melaporkan kasus ini pada bulan Agustus 2019 bersama kuasa hukumnya, dan sudah memenuhi syarat administrasi dari awal hingga akhir, tetapi sudah 2 tahun kasus ini belum bisa diproses dengan cepat dan transparan oleh pihak kepolisian Jakarta Timur. “Adapun surat-surat pelaporan sudah saya tempuh,” ungkap Tantri.

Tantri berharap agar pihak Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Timur tidak tebang pilih dalam menangani kasus penipuan investasi bodong yang dilakukan At kepada empat orang yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu.

“Saya melakukan administrasi pelaporan dari A hingga Z namun belum ada tindakan tegas dan penangkapan,” sambungnya.

Dirinya mengaku heran sebab kasus ini sudah 2 tahun lamanya belum ada tindak lanjut dari aparat terkait. “Sedangkan uang saya dan teman-teman dibawa kabur. Saya harap pihak kepolisian terbuka dan seadil-adilnya membela yang benar dan menangkap para mafia investasi bodong,” katanya.

Tantri menambahkan, supaya hal serupa tidak terulang lagi di tengah masyarakat, maka perkara ini harus dilanjutkan ke meja hijau dan menuntut ganti rugi sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku.

“Saya ingin tegaskan, kasus ini harus direspon cepat oleh pihak Polres Jakarta Timur untuk menangkap sdr At sebagai tersangka penipuan investasi bodong,” sebut Tantri, Rabu (14/4).

Sementara Arjo Pranoto SH, kuasa hukum Diah Ekatantri mengatakan bahwa yang berkedok investasi itu adalah tindak pidana murni dan At, orang yang melakukan penipuan dan penggelapan bisa dikenakan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

“Saya selaku kuasa hukum dari sdr Diah Ekatantri Apsari melaporkan kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Timur dengan No Surat: 969/K/VIII/2019 Red.JT. tanggal 7 Agustus 2019 yang ditandatangani oleh Bpk Imron Ermawan selaku Ajun Komisaris Besar Polisi,” tegasnya.

Arjo Pranoto menerangkan, surat tersebut adalah SP2HP ke- 4 dengan isi pertama rujukan berisi penetapan status terlapor atas penipuan dan penggelapan, kedua adalah surat tugas penyidikan, ketiga adalah 4 jumlah korban dan saksi.

“Seharusnya ketika surat SP2HP Ke-4, pihak Kepolisian Resor Jakarta Timur secepatnya melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan untuk menjadikan sdr At sebagai tersangka sebelum memasuki masa persidangan. Artinya laporan yang kami kawal dari 2019 sampai 2021 (dua tahun lamanya) belum ada kejelasan dan belum direspon dengan baik oleh pihak Polres Jakarta Timur. Seharusnya sudah ada proses penangkapan dan penyidikan terhadap sdr At sebagai tersangka,” paparnya.

Arjo Pranoto juga menginginkan agar secepatnya ada kejelasan hukum dari pihak Kepolisian, karena surat pelaporan sudah tertulis dan ditandatangani, bahkan surat SP2HP ke-4 sudah dikeluarkan.

“Dan sudah ada tugas penyidikan untuk menangkap tersangka At dalam kasus penipuan dan penggelapan investasi bodong. Saya harap dari pihak kepolisian jangan diam, dan hal ini agar dibuka terang benderang kepada publik sehingga kita semua mengetahui bahwa tindakan kriminal harus diusut sampai tuntas, siapapun orangnya,” imbuhnya.(Amin)

 151 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *