Supir Angkutan Inti Milik Gatra Rekanan PTPN V Diduga Kerap Bongkar di Lokasi Usaha Inti Ilegal

PEKANBARU, JAPOS.CO – Supir angkutan inti Carnel Sawit, jenis tronton  diduga kerap melakukan pembongkaran muatan di lokasi mafia usaha inti. Diketahui, angkutan tersebut diduga milik Gatra, salah satu rekanan PTPN V perusahaan milik Kementerian BUMN.

Kejadian ini diketahui Japos.co saat melakukan pemantauan di lokasi. Dalam waktu seminggu sejumlah angkutan inti carnel sawit jenis tronton diduga memasuki lokasi mafia usaha inti ilegal.

Sebelumnya, dua angkutan inti carnel sawit tampak melakukan pembongkaran di lokasi usaha mafia inti ilegal di Desa Petaphan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, (21/1/21).

Kedua angkutan tersebut bernomor polisi BM 8438 RY supir berinisial FN, dan BM 9175 supir berinisial JS, yang muatannya berasal dari PKS PTPN V Air Molex Kabupaten Indragiri Hulu (SJML).

Terakhir (3/4/21) sekitar jam 1 malam, diketahui angkutan bermuatan inti carnel sawit jenis tronton warna kepala putih, bak warna biru, tenda warna coklat kehitaman diduga melakukan pembongkaran muatan (mengurangi mutu inti) di lokasi mafia usaha inti carnel sawit di daerah Tapung, bekas lokasi usaha bisnis mafia inti dan CPO.

Saat pantauan, angkutan inti bernomor polisi BM 8269 RY jenis tronton. Supir berinisial AG diduga mengoplos muatannya dengan cangkang sawit, dengan cara inti carnel sawit  dijual sekian ton diganti dengan cangkang sawit sesuai dengan beratnya inti. Sehingga oknum supir dianggap sengaja mengurangi kadar mutu inti.

Akibat hal ini, bisa dapat merugikan keuangan negara. Usai bongkar, supir dan angkutan keluar sekitar pukul 04.00 subuh dari lokasi, ke timbangan sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat, selanjutnya supir melakukan perjalanan mengarah ke PKO Tandun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum supir diduga bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp 5 juta sekali bongkar, lepas upah bongkar.

Seperti pantauan sebelumnya, demi memastikan angkutan tersebut milik siapa dan muatannya milik siapa, Japos.co berusaha mencari tahu tentang angkutan tersebut, hingga sampai ke pembongkaran sesuai dengan DO nya.

Terakhir diketahui angkutan tersebut mengarah ke pabrik PKO PTPN V Tandun. Dan tiba sekitar pukul 09.00 pagi, (3/4/21).
Hal ini dibenarkan salah satu security yang ditemui di depan pos keamanan, ketika hendak melakukan konfirmasi ke pihak manajemen PKO PTPN V Tandun.

Satpam PKO PTPN V Tandun K Ginting dinilai tidak berkenan memberi ruang kepada wartawan untuk konfirmasi ke pihak menejemen PKO PTPN V Tandun.

Menurut  satpam PKO PTPN V Tandun yang menggunakan baju warna putih itu, manejer dan yang berwenang atas hal itu tidak ada di tempat.

Sementara pihak Gatra melalui pengawas angkutan milik rekanan PTPN V, Purba  sebelumnya menyatakan, kalau masalah membuang di jalan sebenarnya memang tidak boleh.

“Ini kerjaan supirnya, tapi para supir ini kadang tau sendiri lah, ada permainan,” jawab Purba ketika dikonfirmasi terkait hal ini, (23/1/21).

Adanya kegiatan tersebut, menurut pengakuan sumber yang dapat dipercaya, outcoursing dan sejumlah oknum PTPN V terkesan ada yang terlibat.(Dh)

 567 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *