Kasektor CKTRP Kecamatan Cipayung Diduga Manfaatkan Segel Untuk Meraup Pundi Pundi

JAKARTA, JAPOS.CO – Seiring maraknya pembangunan di DKI Jakarta tidak disertai kuatnya fungsi pengawasan oleh Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) sebagai pengawas jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan banyak kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak retribusi pembangunan.

Salah satunya pembangunan cluster 3 unit masing-masing 2 lantai yang rencananya akan dibangun 8 unit, yang saat ini masih bertahap pembangunan berlokasi di Jl Sepakat IX RT 006/001 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.

Adapun tindakan penyegelan di lokasi bangunan oleh pihak Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Cipayung hanya formalitas saja, sebab bangunan tersebut sudah ramai dibicarakan oleh kalangan LSM dan dimuat di beberapa media, sehingga diambil tindakan penyegelan, sekaligus untuk mengelabui beberapa media yang concern menyoroti bangunan ini.

“Kalau memang serius menjalankan aturan yang berlaku, kenapa bukan dari awal diberi tindakan? Sementara bangunan sudah 90% baru ditindak,” celetuk salah satu aktivis LSM.

Ada dugaan bahwa pemilik cluster tersebut sudah kongkalikong dengan pihak CKTRP Kecamatan Cipayung, sehingga dengan leluasa melanjutkan pembangunanya meski belum mengantongi Surat Izin Mendidirkan Bangunan (SIMB) sebagai syarat utama dalam mendirikan bangunan.

Ironisnya lagi, pembangunan cluster tersebut sudah berdiri 3 unit namun CKTRP Cipayung hanya mengambil tindakan penyegelan 2 unit. Artinya 1 unit lagi belum diambil tindakan.

Seharusnya pihak CKTRP  Kecamatan Cipayung mengeluarkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) sebagai lanjutan tindakan ke pihak Satpol PP Jakarta Timur sebagai penegak Perda, namun sampai berita ini diturunkan tindakan pihak CKTRP  hanya sebatas penyegelan saja. Padahal kegiatan pembangunan sudah berjalan finishing.

Terkait ini, Ketua Umum LSM Lintas Sahat Maruli Banjarnahor SH meminta Sekda atau Gubernur DKI Jakarta untuk lebih Selektif memilih pejabat CKTRP , khususnya di wilayah Kecamatan  Cipayung. “Kasektor CKTRP Cipayung, Slamet ini patut dipertanyakan kinerjanya karena tidak amanah menjalankan tupoksinya,” sebutnya.

Selain itu, Ketua Umum LSM Lintas juga meminta agar Kasektor CKTRP  Kecamatan Cipayung, dinonaktifkan saja bila tidak lagi mampu mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat publik.(Sri Devi)

 101 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *