Dana Pemeliharaan Sarpras SDN 015 Tapung Hulu Dinilai Tak Tepat Sasaran, LSM Tamperak Kampar Layangkan Surat Klarifikasi

PEKANBARU, JAPOS.CO – Penggunaan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) Tahun Anggaran (TA) 2020 dinilai beraroma korupsi.

Adanya dugaan itu membuat Ketua LSM Tamperak Kabupaten Kampar Anar Nainggolan langsung layangkan surat klarifikasi kepada Kepsek SDN 015 Tapung Hulu, (19/3/21).

Mengacu pada UU KIP atau UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagai pihak manajemen atau penyelenggara pemerintah maupun swasta, masyarakat berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Namun menurut Anar, Kepsek dinilai tidak kooperatif karena hingga sekarang surat klarifikasi yang sudah dilayangkan belum ada respon.

Sehingga Anar beranggapan, kepsek tersebut tidak patuh terhadap UU KIP. “Ketika pihak sekolah tidak berkenan memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana BOS, maka kita menganggap pihak sekolah dinilai tidak proaktif dalam pendidikan dan tidak tunduk pada peraturan yang sudah disahkan oleh Negara,” sebut Anar.

Menurutnya, masyarakat selaku kontrol sosial berhak melakukan klarifikasi. Dan jika ditemukan ada indikasi tindakan pidana korupsi maka pihaknya akan melaporkannya ke pihak penegak hukum (Kejaksaan) secara tertulis.

Berdasarkan investigasi di lokasi SDN 015 Tapung Hulu Kab Kampar (17/3/21), rincian penggunaan dana BOS yang terpampang di depan kantor kepsek, dinilai kepsek tidak dapat menunjukkan fisik dari pemeliharaan sarana prasarana (sarpras) sekolah yang sumber dananya berasal dari APBN dalam bentuk dana BOS.

Di papan informasi, dana pemeliharaan sarpras TA 2020 untuk SDN 015 Tapung Hulu Kab Kampar tercantum Rp 100 juta lebih selama 3 periode pencairan dengan rincian per triwulan, Januari-April Rp 63.150.000, Mei-Agustus Rp 36.566.000, September-Desember Rp 21.390.000 dengan total Rp 121.106.000.

Masih pantauan Japos.Co di lokasi sekolah tersebut, dana untuk pemeliharaan sarpras sebesar Rp 121.106.000. dalam hal ini Kepsek SD N 015 Tapung Hulu Zamri SPd dinilai tak dapat menunjukkan fisik penggunaannya. Sehingga penggunaan dana BOS TA 2020 patut dipertanyakan.

Kepsek SDN 015 Tapung Hulu Kab Kampar Zamri SPd  saat dikonfirmasi mengatakan, engan anggaran sebesar Rp 120 juta lebih, pihak sekolah melakukan pengecetan, perbaikan instalasi air dan penggantian atap kelas tiga. “Perbaikan instalasi air untuk pencegahan Covid-19,” sebutnya.

Bahkan lanjut kepsek, penggunaan dana BOS sudah sesuai juknis.

Sementara dari pantauan, atap gedung kelas tiga baru direhab, sehingga timbul asumsi bahwa yang dimaksud kepsek adalah mengalami berubah warna (karena karat).

Selain fisik diakui kepsek, salah satu dinding gedung sekolah tampak rawan ambruk dan takut atas keselamatan anak didik yang sedang melakukan proses belajar mengajar.

Terkait surat klarifikasi tersebut, Kepsek SDN 015 Tapung Hulu Zamri SPd, beberapa kali dihubungi melalui ponselnya tidak bersedia menjawab.(Dh)

 325 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *