Kades Talun Saragih Diduga Permainkan BLT DD Covid 19 di Tahun 2020

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Sulitnya ruang gerak dalam suasana pandemi membuat masyarakat kelimpungan beraktifitas di luar rumah, sehingga memperburuk ekonomi masyarakat.

Pemerintah ikut bingung baik itu pusat maupun daerah, sedaya mampu berupaya menstabilkan keadaan perekonomian nasional.

Mirisnya, di Desa Talun Saragih Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, masyarakat dibuat bingung pasalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang diterima angkanya bervariasi.

“Padahal sudah jelas dikatakan oleh Presiden Jokowi dan sesuai pidato Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa penyaluran BLT yang dianggarkan dari Dana Desa harus tepat sasaran dan tidak boleh dikurangi sedikit pun,” sebut warga Dusun Hubuan yang ditemui.

Disebutkan, tidak meratanya sistim penyaluran BLT DD tersebut membuat banyak warga Desa Talun Saragih Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun merasa bahwa penyaluran BLT DD tidak transparan serta tidak merata sesuai anjuran pemerintah.

Sebagaimana penelusuran Japos.Co, (24/03) di desa tersebut, ramai didatangi ibu-ibu warga Desa Talun Saragih, dengan beragam aduan. Salah seorang ibu menuturkan bahwa baru 3 kali mendapatkan bantuan tersebut dengan nilai Rp 300.000 per bulan. “Ada yang terdaftar bang, namun tidak sekali pun mendapatkan bantuan dimaksud,” sebutnya.

Sementara Kedes Talun Saragih, Sugianto yang ditemui, (25/03) meminta agar berita tersebut jangan sampai berkembang dulu. “Jangan berkembang dulu bos, jumpa dulu kita,” sebutnya melalui telepon selulernya.

Hingga berita ini dilansir, dari pihak-pihak terkait seperti Muspika Kecamatan Bosar Maligas belum dapat dikonfirmasi.(BW)

 269 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *