Mayoritas Warga Sekitar Setuju Keberadaan Gereja Methodist

TANJUNGPINANG, JAPOS.CO – Keberadaan tempat ibadah Gereja Methodist yang kerap dipermasalahkan oleh sejumlah oknum di Sungai Carang KM 13 Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya menemui titik terang.

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Camat Tanjungpinang Timur Dody, didampingi Lurah Air Raja Ibnu bersama pihak Kemenag, Satpol PP,  RW dan RT, serta warga setempat turun langsung ke lokasi guna mencarikan solusi terkait polemik izin tempat ibadah tersebut, Senin (22/3).

Selain TNI dan Polri, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Tondang dan Danramil 01 Tanjungpinang Kapten Inf D Sihombing juga turut hadir.

Sejumlah petugas mendatangi rumah-rumah warga dan menyodorkan selembar surat pernyataan, dengan opsi setuju  atau tidak setuju atas keberadaan rumah ibadah di wilayah RT 001/RW 005 itu.

Tampak warga antusias membubuhkan tandatangan. Dari 24 KK yang dimintai tandatangan, 19 KK menyatakan setuju, sementara hanya 5 KK yang tidak setuju.

Sebagaimana dilansir Detikexpose.com, Camat Tanjungpinang Timur Dody menegaskan bahwa Pemkot Tanjungpinang tidak pernah menghalangi umat beragama untuk mendirikan tempat ibadah.

“Saya sebagai camat sangat mendukung. Dan bila nantinya sudah memenuhi syarat saya akan keluarkan rekomendasi,” ucapnya.
Senada, Lurah Air Raja, Ibnu juga mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung keberadaan tempat ibadah yang ada di wilayahnya.

“Kita tidak pernah menghalangi. Oleh karenanya, kita bersama tim turun langsung ke lapangan ingin tau mana warga yang setuju dan mana warga yang tidak setuju akan keberadaan tempat ibadah ini. Hasilnya nanti akan kita laporkan kepada Ibu Walikota,” katanya.

Sementara itu, pimpinan Gereja Methodist Tanjungpinang Pdt Septian Sembiring STh mengatakan sangat bersyukur atas kepedulian Pemkot Tanjungpinang. Dimana Camat dan Lurah bersama pihak Kemenag, RW dan yang lainnya bersedia turun langsung meninjau ke lapangan.

“Kami yakin dan percaya, ibu walikota pasti dapat mencarikan solusi. Kami tau ibu Rahma orangnya baik dan punya perhatian besar terhadap keberadaan gereja di kota ini,” ungkapnya.
Sebagai warga negara yang taat hukum, lanjutnya, selama ini pihaknya sudah berupaya menempuh berbagai langkah demi mendapatkan izin, namun belum berhasil.

“Oleh karena itu saya yakin dan percaya, ibu Rahma pasti dapat menyelesaikan berbagai permasalahan gereja-gereja di Kota Tanjungpinang, khususnya terkait permohonan izin gereja kita ini,” harapnya.

Sebelumnya, pada Minggu 21 Maret 2021 lalu sekelompok massa bersama Satpol PP Kota Tanjungpinang didampingi Ketua RT setempat mendatangi Gereja Methodist tersebut saat umat tengah melaksanakan ibadah minggu. Lalu memerintahkan, agar gereja tersebut segera ditutup lantaran belum memiliki izin.(Marudut)

 213 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *