Wali murid SMPN 1 Juntinyuat, Berharap Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Segera Dibuka Pemerintah

INDRAMAYU, JAPOS.CO – SMP Negeri 1 Juntinyuat  yang berlokasi di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu terus melakukan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didiknya, meski kondisi Covid-19, namun desakan wali murid agar kegiatan pembelajaran tatap muka segera dibuka oleh pemerintah.

Sementara pihak sekolah mengikuti aturan pemerintah yang ada. Jika pemerintah atau Tim gugus tugas Covid mengijinkan dibuka, pihak sekolah siap melaksanakannya.

Kepala SMPN 1 Juntinyuat, Rojai, M Pd mengatakan pihak sekolah memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didiknya.Meski kondisi Covid-19 pembelajaran Daring dan Luring dilaksanakan sebaik mungkin.Meski ada desakan wali murid agar segera ada pembelajaran tatap muka. “Kebijakannya ada pada pemerintah atau Tim gugus tugas Vovid-19.Tergantung  apakah pemerintah mengijinkan atau tidak, kami hanya melaksanakan pada aturan yang ada,” terangnya saat di jumpai japos.co di kantornya Kamis (18/3).

Dikatakan Rojai, meski  kondisi masa Covid, pembelajaran Daring dan Luring dilaksanakan dengan baik,tidak menjadi hambatan karena Covid.Pihak guru SMPN 1 Juntinyuat tetap bersemangat dalam memajukan pendidikan  di lembaganya, pihak guru terjun ke rumah siswa jika menemukan anak-anak yang bermasalah. Selanjutnya pihak guru memanggil wali murid untuk sama-sama mengingatkan anaknya diberikan edukasi agar mereka bisa melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah.

Menurut Kepala Sekolah, yang memiliki 933 peserta didik dan 48 tenaga pendidik, pihaknya merespon keinginan wali murid,tergantung nanti pemerintah mengijinkan atau tidak kegiatan pembelajaran tatap muka dibuka.”Semoga wabah pandemik Covid -19 berakhir,agar kegiatan belajar bisa normal kembali,” ungkap Rojai.

Sementara salah satu wali murid SMPN 1 Juntinyuat, Jono berharap pemerintah bisa mengijinkan untuk membuka pembelajaran tatap muka kembali,karena anaknya mulai jenuh belajar sendirian di rumah. “Selain itu juga,kalau kita lihat banyak pelajar SD dan SMP entah mereka berasal dari  sekolah dimana, mereka banyak berkeliaran di jalan, yang mengkewatirkan yang sangat rawan bisa terjadi kecelakaan,” pungkasnya.(JR Manalu/Rasita )

 

 

 

 

 

 

 151 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *