SMP Negeri 3 Jatibarang Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pasca Pandemik Covid -19

INDRAMAYU, JAPOS.CO – SMP Negeri 3 Jatibarang yang berlokasi di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu ini terus melakukan pembenahan pendidikan,meski kondisi pandemik Covid-19,namun kegiatan pembelajaran Daring dan Luring tetap dilakukan dengan baik,hingga sekolah ini banyak meraih prestasi yang dibanggakan.

Kepala SMPN 3 Jatibarang, Repelitasari, S Pd, MM mengatakan pihaknya berupaya menanamkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “Meski kondisi Pandemik Covid-19,namun tetap mengedepankan pendidikan yang berkarakter bisa diterapkan baik peserta didik maupun guru,meskipun ada keterbatasan,” jelasnya saat ditemui Japos.co di kantornya Kamis (18/3).

SMPN 3 Jatibarang yang telah sukses meraih penghargaan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) atau Adiwiyata di tingkat provinsi mewakili sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Indramayu. SMPN 3 Jatibarang ini sangat peduli dengan peserta didik yang kurang mampu khususnya peserta didik berasal dari anak yatim piatu di sekolah.

“Mereka mendapat bantuan dana dari iuran para guru SMPN 3 Jatibarang agar mereka terbantu  mengenyam pendidikan di sekolahnya jadi lancar  dan tidak mengalami hambatan.Selain itu juga bagi siswa kurang mampu mendapat bantuan dari pemerintah melalui program Kartu Indonesia pintar (KIP),” terangnya.

Menurut Repelitasari, SMPN 3 Jatibarang terus menanamkan pendidikan yang berkarakter, seperti halnya kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah ada daftar piket, mereka peduli lingkungan, menyapu di lingkungan  sekolah, membuat karya seni unik untuk ditampilkan dilingkungan sekolah, sehingga penataan budaya lingkungan yang indah dan bersih yang memuat tulisan pesan – pesan moral dapat terwujud.

“Untuk menciptakan kualitas pendidikan di sekolah sebuah keharusan, kerja keras Kepala Sekolah dengan rekan-rekan guru, meski pasca kondisi Pandemik Covid-19 meski ada keterbatasan namun pembelajaran metode daring dan Luring ini  dilaksanakan sebaik mungkin.Semoga  wabah Covid-19 cepat berakhir,” jelasnya.

Pihaknya berharap kegiatan pembelajaran tatap muka bisa dibuka kembali oleh pemerintah, karena anak-anak mulai jenuh belajar sendiri di rumah. “Mereka sangat merindukan pembelajaran tatap muka yang bisa dibimbing langsung oleh gurunya,” pungkas Repelitasari.(Rasita/JR Manalu)

 

 

 

 

 

 

 

 

 441 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *