Pembangunan Pangandaran Mengedepankan Kearifan Lokal Serta Mempercepat Pemulihan Ekonomi Sosial

PANGANDARAN, JAPOS.CO – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pangandaran tahun 2022 dilaksanakan secara virtual yang bertempat di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Senin (15/03). Acara tersebut merupakan penetapan musyawarah penetapan program prioritas di tahun 2022, yang diikuti oleh pemangku kepentingan di Kabupaten Pangandaran.

Musrenbang RKPD Pangandaran mengusung tema “Pembangunan, Pemantapan pemulihan ekonomi untuk meningkatkan daya saing berbasis kearifan lokal”, dibuka secara langsung oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, Musrenbang RKPD Pangandaran tahun 2022 kali ini difokuskan pada pemulihan ekonomi untuk meningkatkan daya saing berbasis kearifan lokal. Prioritas pembangunan Kabupaten Pangandaran tahun 2022, diarahkan untuk percepatan pemulihan sosial ekonomi menuju capaian kemandirian. “Adapun prioritas yang dimaksud yaitu peningkatan layanan kesehatan dan ketertiban pada sektor destinasi pariwisata, peningkatan promosi dan perbaikan sarana dan prasarana destinasi pariwisata. Pemberian subsidi dan bantuan kepada pelaku usaha yang mendukung pariwisata,  peningkatan akses pendidikan yang merata dan berkeadilan, optimalisasi destinasi pariwisata unggulan serta gerakan membangun desa wisata,” ungkapnya.

Bupati Pangandaran menegaskan, konsekuensi dari masa jabatan bupati dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tidak bersamaan, tetapi musrenbang RKPD harus tetap dilaksanakan. “Sebagai konsekuensi bahwa masa bakti bupati dan RPJP tidak bersamaan, maka tentu kita rasakan adalah RPJMD tahun 2016-2021 sudah berakhir pada Februari. RPJMD 2021-2026 belum punya, tetapi musrenbang RKPD 2021 harus sudah dilaksanakan, “ tegas H. Jeje.

Bupati Pangandaran menyebutkan, RPJMD tahun 2016-2026 menjadi pedoman dalam menyusun serta menyesuaikan rencana pembangunan ke depan. “Oleh karena itu, tentu pandai-pandai kita menyinkronisasi dengan RPJMD tahun 2021-2026. Sebagai ketentuan yang sudah berlaku, setiap visi misi calon pasangan bupati yang terpilih yang dilantik akan menjadi bagian yang utuh dalam rangka pembuatan RPJMD tahun 2021-2026. Tentu dari awal saya sudah mewanti-wanti agar terjadi sinkronisasi RKPD dengan RPJMD yang akan datang, “ ujar H. Jeje.

Bupati Pangandaran menambahkan, pentingnya konsultasi publik dan pokok-pokok pikiran DPRD, yang menjadi bagian dari beberapa tahapan dalam penyusunan RPJMD. “Yang pertama konsultasi publik, buka selebar-lebarnya, ajak masyarakat bicara, ajak bicara presidium dan lain sebagainya, agar kita menjadi utuh bagian dalam rangka membangun 5 tahun ke depan. Yang kedua kesepakatan DPRD, pokok-pokok pikiran DPRD yang makro, yang prinsip selama 5 tahun tentu harus kita buka, “ tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 63 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *