Nagari Koto Ranah Jadi Tuan Rumah Pertemuan Desa Wisata di Dharmasraya

DAHRMASRAYA, JAPOS.CO – Pertemuan Desa wisata diadakan di Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga H ST Taufik, SE MM, Kabid Pariwisata Benni Mandala Putra, S STP, Kasi Pembina Usaha Tarmizi, S Sos, dan dua orang staf yaitu Parmadi Irianto dan Sutan Syahril, Kamis (18/03/21) di wahana air Embung Koto Ranah.

Acara tersebut juga hadir Kepala Dinas PMD Hasto Kuncoro, dan juga Wali Nagari dari 13 Nagari yang telah disahkan oleh kementerian untuk jadi Desa Wisata.

Idisda, S Pkp selaku wali Nagari Koto Ranah mengungkapkan dirinya bangga menjadi tuan rumah pada acara tersebut.

Menurut Idisda, Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar adalah Nagari yang Homogen atau Nagari yang banyak dihuni oleh berbagai ras tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu membangun Nagari dan Kabupaten Dharmasraya.

“Embung tempat pertemuan ini salah satu bentuk objek wisata yang dimiliki oleh Nagari Koto Ranah,dan Nagari yang dipercayakan dikelolah oleh Bumnag Nagari Koto Ranah, selain itu masih banyak lagi wisata seperti kolam renang yang dilengkapi permainan anak-anak, juga menyediakan sewa area untuk berkemah,wisata hidup seperti pohon mahoni dan Sengon, pasar tradisional juga makanan tradisional, pengrajin pandai besi,dan sekolahan SMKN 1 Koto Besar yang terkenal dengan produksi sabun colek. Wisata Air, kuliner,dan Ekonomi sangat mempunyai daya tarik masyarakat Koto Ranah dan sekitarnya, karena letak Nagari Koto Ranah berada diperbatasan Sumbar dan Jambi dan juga lintas Provinsi dan kabupaten, selain itu Nagari di kelilingi oleh perusahaan besar seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Perusahaan Perkebunan dan Tambang,” ungkap Idisda yang Kepala UPTD Pertanian dan Pengusaha Travel Bintang Dharmasraya ini.

Kepala Dinas PMD Hasto Kuncoro menyampaikan program desa wisata merupakan program yang strategis, baik secara nasional maupun daerah, berdasarkan Permendes PDTT nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas dana Desa tahun 2021, salah satu prioritas nasional menjadikan kewenangan Desa adalah pengembangan Desa Wisata (SDGS8), maka untuk itu Nagari-Nagari yang mengembangkan Desa Wisata perlu ada dukungan-dukungan dari OPD Teknis.

“Dengan Adanya Rakor Desa Wisata ini yang dilaksanakan oleh Dinas Budparpora dapat mendorong percepatan pembangunan Desa Wisata di kabupaten Dharmasraya,” terang Hasto Kuncoro.

Sementara Dinas Budparpora H ST M Taufik, SE MM mengucapan terima kasih atas kesediaan Idisda, S Pkp sebagai Wali Nagari Koto Ranah menjadi tuan rumah pada Rakor Desa Wisata ini.

Pada Nagari-nagari yang diundang pada Rakor ini ada 13 Nagari yaitu Nagari Koto Ranah,Nagari Koto Besar, Nagari Siguntur, Nagari Sitiung, Nagari Sungai Duo, Nagari Lubuk Karak,Nagari Alahan Nan Tigo, Nagari Koto Laweh,Nagari Sungai Dareh,Nagari Sikabau,Nagari Gunung Salasih,Nagari Tebing Tinggi, Nagari TIMPEH ,dan Nagari Sungai Rumbai.

Kadisbudparpora juga menyampaikan bagaimana mengembangkan pariwisata di Dharmasraya tentu saja tidak luput dengan sumberdaya manusia terlebih dahulu. “Kita akan dibantu oleh para dosen dari Unand Padang untuk membantu SDM kita cara pengbangan pariwisata dan budaya kita di Dharmasraya. Tidak cumah budaya dan pariwisata saja akan tetapi kita juga akan mengangkat wisata Religius.Pada Pamalayu dan Hari rempah-rempah juga hari kemaritiman untuk tahun ini dan tahun 2022 juga menyambut ulang tahun Dharmasraya akan kita laksanakan kembali dan lokasinya di kompleks Percandian di Nagari Siguntur dan itu telah agenda nasional,” tutupnya.(ermanchaniago)

 489 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *