Menjelang Diberlakukannya KBM Tatap Muka, Disdik Ciamis Targetkan Semua Guru Sudah di Vaksin

CIAMIS, JAPOS.CO – Para tenaga pendidik dan kependidikan  di Kabupaten Ciamis tampak sumringah setelah menjalani vaksinasi COVID-19. Langkah ini merupakan angin segar dalam menghadapi pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang segera dibuka pasca pandemi yang sudah menginjak setahun tutup

Deni Sudiono (51), tenaga pengajar di SMPN I Sadananya, menyambut baik vaksinasi untuk para guru tersebut. Hal ini menjadikan ketenangan sendiri baginya disaat pandemi COVID-19 yang tidak kunjung berakhir. Ia mengikuti vaksinasi di Gedung Islamic Centre Ciamis bersama guru lainnya.

“Semoga setelah vaksinasi selesai, sekolah tatap muka bisa segera dibuka kembali. Ini kan sudah satu tahun, kasihan siswa belajar terus di rumah,” ujar H. Deni, Rabu (17/3).

Hal senada juga diungkapkan Totong, Kepala SDN II Sukajadi. Menurutnya, dengan berjalannya vaksinasi ini berharap pemerintah segera membuka kembali sekolah tatap muka. Totong menjalani vaksinasi di Puskesmas Sadananya dalam akselerasi vaksinasi.

“Ingin kembali bisa bertemu anak-anak belajar di sekolah, memang sebelumnya ada kegiatan guru keliling tapi dihentikan. Semoga di ajaran baru nanti bulan Juli bisa kembali ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Totong.

Menurutnya, setahun mengajar siswa secara daring atau online rasanya banyak kekurangannya. Sebab, anak usia SD masih perlu bimbingan dari guru secara langsung.

“Di sekolah saja perlu pendampingan apalagi ini hanya secara daring saja. Bagaimana pun kami  bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sebagai seorang guru ingin agar anak-anaknya pintar dengan memiliki karakter baik,” ujarnya.

Belajar daring, kata Totong, banyak kekurangannya terutama bagi anak yang orang tuanya tidak memiliki smartphone. Sehingga tidak semua bisa mengikuti belajar daring.

“Kita juga guru tidak bisa melihat hasil belajar anak-anak secara langsung. Semoga setelah vaksinasi ini, bulan Juli nanti sekolah tatap muka mulai dilaksanakan lagi, bertepatan dengan ajaran baru,” katanya.

Diklarifikasi tim Jaya Pos diruangannya Kamis, (18/3), Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Asep Saeful R mengungkapkan, bahwa sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis akan guru yang akan menjalani vaksinasi.

“Vaksinasi tenaga pendidikan dan kependidikan berdasarkan data yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan, untuk jenjang SD guru PNS sebanyak 3639 orang dan tenaga guru non PNS sebanyak 5000 orang. Jenjang SMP sebanyak 1123 guru PNS dan guru non PNS sebanyak 1026, “ ungkap Dr. Asep.

Penjadwalan vaksinasi bagi guru SD, kata Dr. Asep, untuk guru SD sudah dilaksanakan dari mulai tanggal 10-11-12-13 Maret yang pelaksanaanya di Puskesmas-Puskesmas terdekat dari lokasi asal guru tersebut. Sementara untuk vaksinasi guru SMP baru dilaksanakan Rabu (16/3) yang bertempat di Gedung Islamic Centre Ciamis yang diikuti sebanyak 480 orang guru.

“Pelaksanaan vaksinasi sebagai persiapan awal untuk pembelajaran KBM tatap muka di bulan Juli. Berdasarkan penegasan Surat Edaran dari Mendikbud diharapkan sebelum Juli semua tenaga pendidik dan kependidikan sudah divaksin, sehingga mereka punya kekebalan tubuh, “ katanya.

Dr. Asep beramanat, kepada para tenaga pendidik dan kependidikan meskipun sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Untuk pelaksanaan KBM tatap muka di bulan Juli memakai kurikulum dalam kondisi khusus dengan melibatkan peserta didik 50% dari total peserta didik dengan jumlah jam mengajar sebanyak 4 jam, jadi tidak ada istirahat. Sesuai Surat Edaran Mendikbud para guru dan kepala sekolah harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, “ pesan Dr. Asep.

Kepada seluruh komponen sekolah dari mulai kepala sekolah, guru, penjaga sekolah dan komite sekolah walaupun saat ini sekolah tidak dipakai peserta didik karena belajar di rumah diharapkan sekolah tetap terjaga kebersihan, terjaga keamanannya.

“Sehingga ketika para peserta didik kembali bersekolah, mereka merasa nyaman. Rumput liar dipangkas dan tembok yang sudah kusam di cat ulang dengan mempergunakan Dana BOS, “ tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 56 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *