Diduga Gunakan Kayu Sembarang Untuk Proyek Kampung Ulos

SAMOSIR, JAPOS.CO – Jenis kayu sembarang sebagai bahan baku yang dipakai dalam pembangunan kontruksi penataan Kampung Ulos di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan dan Huta Siallagan Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir kualitasnya tidak sesuai spek.

Dari pantauan di lapangan, jenis kayu yang dipakai seharusnya kayu sembarang keras dari luar daerah. Kenyataannya adalah kayu lokal.

Jenis kayu yang dipergunakan memakai jenis kayu bintatar atau kayu Batak yang dipakai hanya untuk menjadi kayu bakar. Ini termasuk kayu Raja yang dipakai hanya membuat sampan untuk nelayan.

Salah seorang pemilik rumah Kampung Ulos di Huta Raja, Saroha Simarmata mengaku, tidak mengenal kayu sembarang keras seperti yang sudah dibuat dalam kegiatan proyek bersumber dari APBN.

Saroha, melihat kayu yang mereka pasang seperti kayu bintatar dan kayu Raja. “Saya keberatan dan meminta untuk dibongkar kembali,” ujarnya.

Menurutnya, rumah peninggalan kakeknya merupakan rumah adat Batak yang masih meninggalkan sejarah tata cara pendirian bangunan memakai kayu keras.

Pihak kontraktor saat hendak dikonfirmasi di lapangan tidak dapat temui. Tampak hanya para tukang danpelayan tukang dapat dijumpai awak media.(jbr)

 132 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *