Wako Erman Hantarkan RA-RPJMD ke Hadapan Anggota Dewan

BUKITTINGGI, JAPOS.CO –   Hantaran Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bukittinggi tahun 2021-2026, Walikota Herman Safar menciptakan Bukittinggi Hebat berlandasan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabbullah.

Penyampaian tersebut dikemukakan walikota di hadapan sidang paripurna Dewan, Senin (15/3), dipimpin Ketua DPRD Herman Syofyan, dihadiri unsur pimpinan Nur Hasra, Dt Rusdi, Wakil Walikota Marfendi dan SKPD.

Penjabaran visi, misi dan program kepala daerah berpedoman pada RPJPD dan RPJMN, Menteri Dalam Negeri No 640/16/SJ, tentang Pembangunan Daerah.

 RPJMD adalah pendekatan proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah bersifat partisipatif yang dilaksanakan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Forum Konsultasi Publik dengan menghadirkan berbagai stake holder guna menghimpun saran dan masukan dalam rangka penyempurnaan RPJMD.

Pencapaian visi, misi Walikota dan Wakil Walikota dirumuskan 7 butir, diantaranya: hebat dalam sektor peningkatan ekonomi kerakyatan, sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan, kepariwisataan, seni budaya dan olahraga, sektor tata kelola pemerintahan, sektor sosial kemasyarakatan dan hebat dalam sektor bidang pertanian.

“Program diterjemahkan ke dalam arsitektur perencanaan pembangunan 5 tahun kedepan,” urai Walikota Herman Safar di hadapan anggota DPRD, camat, dan lurah yang menyaksikan secara virtual.

Penyusunan rancangan awal RPJMD masih belum lengkap dan sempurna, karena itu saran dan masukan penyempurnaan sangat berguna agar RPJMD menjadi pedoman dalam pembangunan lima tahun ke depan.

Kepala daerah bersama DPRD sepakat rancangan awal dilanjutkan konsultasi dengan gubernur melalui Bappeda Pronvisi Sumatera Barat.

“Kemudian prmbahasan bersama SKPD terkait dengan sinergitas rencana strategis perangkat daerah nantinya dilanjutkan menyusun rancangan RPJMD dan disempurnakan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan dirumuskan rancangan akhir untuk dijadikan peraturan daerah (perda) untuk diajukan ke DPRD lalu dibahas bersama,” tandansya.(Yet)

 66 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *