Tim Advokasi MRS: Sidang Yang Dilakukan Secara Virtual Tidak Terdengar

JAKARTA, JAPOS.CO – Salah satu Tim Advokasi Muhammad Rizieq Sihab (MRS), Damai Hari Lubis mengungkapkan penyesalannya karena sidang seara virtual yang diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tidak terdengar.

Hal ini menjadikan persidangan diskros dua kali karena tidak terdengar dalam rangka mencari kebenaran materiil atau mencari kebenaran yang sebenar-benarnya.

“Kami merasa ini adalah sebuah penzoliman, karena tidak didengar. Bagaimana bisa mencari kebenaran itu ketika terdakwa tidak dihadirkan di hadapan persidangan?” ungkap Hari kepada Japos.co, Selasa (16/3).

“Bagaimana kami, bisa berdiskusi kalau suara-suara seperti itu tidak kedengaran? Jadi kemungkinan besar kami akam tinggalkan ruangan sidang atau walk out,” imbuhnya.

“Karena begini. Bukan apa-apa, ini berlarut-larut, berlama-lama, melanggar asas hukum,” sambung Hari.

Menurutnya, sistem peradilan di Indonesia harus sesuai dengan ketentuan Mahkamah Agung, sesuai KUHAP, dan  undang-undang yang berlaku adalah sistem persidangan yang cepat, sederhana dan biaya ringan.

Sebelumnya, Kuasa Hukum MRS, Aziz Yanuar berharap, hakim harus tegas memutuskan keadilan dan sesuai fakta. Tidak hanya itu, pengacara muda itu menginginkan hakim untuk memakai hati nuraninya dalam putusan nanti.

Seperi diketahui, MRS kembali menggugat Polri terkait sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan terhadap dirinya dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.(Red)

 62 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *