Oknum Kepala SDN Jatinegara Kaum 14 Diduga Selewengkan Dana BOS TA 2020

JAKARTA, JAPOS.CO – Penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kerap kali dijadikan ajang korupsi oleh oknum-oknum kepala sekolah (kepsek).

Hal tersebut kali ini diduga dilakukan oleh oknum BM, Kepala SDN Jatinegara Kaum yang terletak di Jl Pam Jaya RT 1/RW 3, Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur.

Hal itupun terlihat dari ketidaktransparan pihak sekolah dalam mengungkapkan penggunaan anggaran dana BOS Tahun Anggaran (TA) 2020 melalui anggaran dana seperti 1. kode rekening 5233401 (infocus 3 unit) @Rp 6.100.000 total 18.300.600, kode rekening 5233401 (laptop 1 unit) Rp 11.640.000, kode rekening 5233401 (komputer PC 5 unit) @Rp 6.972.000 total Rp 34.860.000, kode rekening 5233401 (CCTV 2 set) @Rp 6.029.100 total Rp 12.058.200, kode rekening 5223801 (uang transport kegiatan luar kota 2 orang x 12 bulan x Rp 150.000) @Rp 3.600.000 total Rp 1.800.000, kode rekening 5233401 (mesin absensi 1 unit × 2 kali Rp 2.863.600) @Rp 572.720 total Rp 6.299.920, dan honorarium Pekerja Harian Lepas (PHL) teknis administrasi orang/bulan 10 rang × 6 kali @Rp 3.940.973 total 23.645.839.

Anehnya, saat awak media melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp, oknum Kepala SDN Jatinegara Kaum 14 berinisial BM justru membalasnya dengan enteng. “Terimakasih infonya,” demikian pesan WA nya, Senin (15/3/2021).

Sementara Daniel Samosir Ketua Umum LSM LEMPAR-LH saat dihubungi oleh awak media (16/3/2021) mengatakan, sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Tahun 1999 Pasal 2 dan Pasal 3 menyebutkan; setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200juta dan paling banyak Rp 1 miliar (pasal 2).

Sementara pasal 3 berbunyi: setiap orang yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak 1 miliar.(Amin)

 377 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *