Palsukan Surat dan Tampung CPO Ilegal, 4 Pelaku Diringkus Ditreskrimum Polda Riau

PEKANBARU, JAPOS.CO – Selama tahun 2020, Polda Riau dan jajaran telah berhasil mengungkap 5 kasus tindak pidana penggelapan terhadap CPO (Crude Palm Oil) yang dinyatakan lengkap (P21) dan 1 kasus yang masih dalam tahap lidik.

Tindakan penggelapan tersebut dilakukan secara terorganisir, mulai dari sopir yang membawa truk pengangkut CPO sampai dengan pengepul/penampung hasil ‘kencingan’ dari mobil truk yang biasa diukur dalam ukuran gelang.

Ditreskrimum Polda Riau berhasil mengungkap tindak pidana penggelapan CPO yang terorganisir tersebut. Dari hasil penyelidikan dapat diungkap pelaku penggelapan, pelaku penimbunan dan pelaku pembuat surat pengangkutan barang (DO) yang diduga ilegal.

Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Rustiawan didampingi Wadirkrimum AKBP Bambang Yudantara, Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut terus berlangsung dikarenakan sarana dalam bentuk surat pengangkutan barang (DO) untuk mengirimkan hasil penggelapan tersebut dapat diperoleh secara ilegal, sehingga para pelaku dengan mudahnya mengirimkan hasil dari CPO tersebut sampai ke gudang penampungan.

“Pada hari Sabtu, 13 Februari 2021 sekira pukul 08.00 Wib, berdasarkan informasi yang didapat telah terjadi tindak pidana penggelapan, pertolongan jahat dan atau pemalsuan surat dengan cara menjual CPO yang diduga berasal dari hasil aktivitas penampungan CPO secara ilegal di wilayah Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, kemudian tim Ditreskrimum Polda Riau melakukan penyelidikan dan menemukan 1 unit truk tangki merk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BK 9705 BR bersama supir berinisial G yang membawa, dan berisikan CPO ilegal di Kota Dumai yang rencananya akan dibongkar di kawasan Pelabuhan Pelindo dengan dilengkapi dokumen pengiriman yang diduga palsu. Atas kejadian tersebut tim mengamankan pelaku dan barang bukti ke Mapolda Riau,” ungkapnya kepada wartawan dalam keterangan persnya, Rabu (10/3).

“Dari hasil penyelidikan di lapangan, tim gabungan Polda Riau berhasil mengidentifikasi beberapa pelaku terkait dengan aktivitas pengangkutan CPO tersebut. Kemudian di hari yang sama sekira pukul 14.00 Wib Tim Ditreskrimum Polda Riau berhasil mengamankan 3 terduga pelaku di tempat penampungan CPO ilegal di Kecamatan Bathin Solapan,” lanjut Teddy.

Pelaku pertama atas nama G alias Igun (33) yang berperan sebagai sopir yang membawa mobil truk tangki berisi CPO ilegal yang rencananya akan dibongkar di kawasan pelabuhan Pelindo Kota Dumai yaitu PT Eka Dura Indonesia dengan menggunakan surat DO (Delivery Order) dan segel berwarna biru yang diduga palsu.

Pelaku kedua bernama W alias Gimin bin Slamet (54) yang berperan sebagai pemilik tempat penampungan CPO ilegal yang berada di Desa Balai Makam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis dan yang menyuruh G untuk membawa mobil truk tangki berisi CPO ilegal yang rencananya akan dibongkar di kawasan pelabuhan Pelindo Kota Dumai.

Selanjutnya pelaku ketiga bernama ZAS (37) berperan sebagai yang menyerahkan surat DO dan segel berwarna biru yang diduga palsu kepada G alias Igun selaku sopir mobil truk tangki berisi CPO ilegal.

Pelaku keempat bernama M binti Poniran (42) berperan sebagai pembuat dan yang mencetak surat DO diduga palsu yang diserahkan kepada ZAS yang kemudian diserahkan kepada G alias Igun selaku sopir mobil truk tangki berisi CPO ilegal.

Lebih lanjut, sekira pukul 15.00 Wib pelaku G tiba di Bukit Timah dan bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal mengaku sebagai orang suruhan dari pelaku W untuk menyerahkan uang jalan sebesar Rp 1.500.000 dan memberikan kunci mobil truk tangki No Pol: BK 9705 BR yang berisi CPO tersebut.

Selanjutnya G berangkat menuju Terminal Barang di Kota Dumai. Setibanya di Terminal Barang, G mengambil surat antrian bongkar CPO di PT Eka Dura Indonesia yang berada di Pelabuhan Pelindo Dumai. Kemudian pelaku ZAS datang menemui G di Terminal Barang Kota Dumai tersebut dan memberikan Surat DO/SPB (Surat Pengantar Barang) tertanggal 10 Februari 2021 yang diduga palsu kepada G dengan tujuan surat digunakan sebagai syarat mobil truk tangki No Pol: BK 9705 BR yang berisi CPO tersebut agar dapat masuk ke PT Eka Dura Indonesia di Pelabuhan Pelindo Dumai.

Kemudian pelaku ZAS bersama dengan pelaku G memasang segel locis pada mobil tangki berisi CPO yang dibawa oleh G, yang mana segel locis tersebut dibawa oleh pelaku ZAS.

“Pada 13 Februari 2021 sekira pukul 08.30 Wib, G masuk ke dalam kawasan PT Eka Dura Indonesia yang berada di Pelabuhan Pelindo Dumai, dengan membawa surat DO/SPB tertanggal 10 Februari 2021 diduga palsu yang diterima dari ZAS dan membawa surat antrian bongkar dari terminal,” terangnya.

Manurut Teddy, pada saat di dalam kawasan PT Eka Dura Indonesia di Pelabuhan Pelindo Dumai sekira pukul 09.00 Wib, G beserta mobil tangki berisi CPO ilegal tersebut diamankan oleh personil Ditreskrimum Polda Riau dan dibawa ke Mapolda Riau di Pekanbaru.

Saat pelaku G diamankan, personil Ditreskrimum Polda Riau mendapatkan informasi bahwa mobil tangki berisi CPO ilegal tersebut berasal dari tempat penampungan CPO ilegal milik W yang berada di Km 8 Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

“Sekira pukul 12.00 Wib, personil Ditreskrimum Polda Riau melakukan penggeledahan di tempat penampungan CPO ilegal milik W yang berada di Km 8 Kec Bathin Solapan Kab Bengkalis, dan menemukan W beserta alat-alat yang digunakan untuk menampung CPO ilegal berupa 2 buah drum gelangan, 2 unit mesin pompa minyak CPO, 1 buah selang sepanjang 15 m. Kemudian alat-alat tersebut diamankan dan dibawa ke Polda Riau,” tuturnya.

Selanjutnya personil Ditreskrimum Polda Riau melakukan penggeledahan di rumah ZAS dan mengamankan 60 locis (segel) plastik tangki CPO.

Tanggal 14 Februari 2021, sekira pukul 01.00 Wib (dini hari), personil Ditreskrimum Polda Riau kembali mengamankan seorang wanita berinisial M di rumahnya di Kota Dumai dan mendapatkan informasi bahwa M yang telah membuat atau mencetak dan menandatangani surat DO/SPB tertanggal 10 Februari 2021 yang diserahkan kepada ZAS atas perintah dari seseorang bernama Haji Harahap (DPO) yang berada di Kota Medan.

Dalam penggeledahan, menemukan barang bukti berupa 20 bundel surat pengantar barang PT Agro Citra Hanjo, 1  buah cap stempel bertuliskan PT Agro Citra Hanjo.

“Atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan bersama-sama oleh 4 orang pelaku yaitu  W, G, ZAS dan M dapat dijerat dengan pasal 372 Jo Pasal 480 dan atau Pasal 263 KUHP,” tutup Kombes Pol Teddy Rustiawan.(AH)

 329 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *