Sekjen PB NU Diusulkan Pengganti Moeldoko?

BANDUNG, JAPOS.CO – Ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktifis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayudha, mengatakan bahwa Helmy Faishal (Sekjen PB NU) layak gantikan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Hal itu disampaikan Anto dalam pertemuan jejaring aktifis di Bandung, (9/3), yang dihadiri berbagai elemen eks Pergerakan 98 yang saat ini berkiprah di berbagai bidang dan organisasi.

Fauzan Rahman, Ketua Umum DPP LSM GMBI, eks Komandan Satgas Gerakan Reformasi Bandung (GRB) yang mengorganisir elemen rakyat Jawa Barat dalam menumbangkan rezim Orde Baru, yang juga hadir dalam pertemuan Jejaring Aktifis 98 tersebut, sepakat mengusung Sekretaris  Jenderal (Sekjen) PBNU menggantikan Moeldoko di KSP.

Menurut Fauzan, sangat tidak elok pemerintahan tergiring dalam konflik internal Partai Demokrat yang melibatkan Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. “Pemerintah berperan mengurus kepentingan seluruh rakyat tanpa memandang apakah ia sebagai pendukung ataupun oposisi,” ujar Fauzan.

Peserta pertemuan Jaringan Aktifis 98 lainnya, Fidel Dapati Giawa, sependapat dengan Fauzan. Fidel yang juga penggagas dan penyelenggara Kongres Relawan Jokowi se-Dunia di Bandung pada 2013, saat Jokowi dicalonkan pada periode pertama, mengatakan bahwa peran KSP sangat strategis dalam mewujudkan janji kampanye dan agenda pembangunan pemerintahan Jokowi. Untuk itu KSP tak boleh direcoki oleh konflik murahan sebuah partai. “Konflik Partai Demokrat itu, kalaupun benar ada, konflik murahan perebutan capres 2024. Kalau menurut saya sih, ini cuma sekedar sandiwara,” ujar Fidel yang sekarang berprofesi sebagai advokat.

Peserta pertemuan jaringan lainnya yang sempat hadir adalah Abdurrahman TP, advokat sekaligus mantan Direktur LBH Nusantara Bandung yang sekarang memimpin Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Yosep mantan aktifis IAIN SGD yang sekaramg bergiat memimpin kominitas Majlis Dzikir Syaiful Akbar, Rogo Busono salah satu petinggi DPD Gerakan Pemuda Marhaen Jabar, Buya Cekas penggiat komunitas Gerakan Bhineka Nusantara, serta aktifis lainnya dari berbagai daerah di Jabar.

Pertemuan Jaringan Aktifis 98 tersebut mengingatkan pula para politisi khususnya elit partai untuk konsisten membangun budaya demokrasi yang bermartabat daripada membangun dinasti politik.
Jejaring Aktifis 98 ini akan terus melaksanakan kegiatan berkala untuk berbagi informasi dan mengevaluasi situasi politik nasional dan menjadikannya bahan bagi pembelajaran atau refleksi di akar rumput.

Kehadiran Jaringan Aktifis 98 di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi pengawal moral perjuangan 98 yang tercermin dalam sumpah mahasiswa yang sering digaungkan saat pergerakan massa tahun 90-an, yakni gandrung akan keadilan, kejujuran, dan anti penindasan.

Terhadap gagasan mengusung penggantian Moeldoko ini, Aktifis 98 akan meneruskan ke Presiden Jokowi pada Selasa mendatang. Mereka akan berangkat ke Jakarta untuk menghadap presiden dan menyampaikan gagasan tersebut berikut dasar dan alasan yang menjadi pertimbangan perlunya mengganti posisi Kepala Staf Kepresidenan.(@lf)

 120 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *