Penyadapan Kayu Pinus di Samosir Diduga Ilegal

SAMOSIR, JAPOS.CO – Penyadapan pinus diduga ilegal di Kabupaten Samosir, yang imbasnya beberapa pekan belakangan warga berinsiatif melakukan penggerebegan dan membuat pengaduan ke berbagai institusi pemerintahan hingga penegak hukum, yang sebelumnya sudah dilapor namun terkesan dipimpong dan dipetieskan.

Salah satu Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) 9,  Viktor Silaen gerah. Puncaknya pun Kepala Unit Pegelola Teknis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah XIII Doloksanggul dicibir supaya buka baju.

“Peraturan terhadap pengelolaan hutan, termasuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam juga sebagai penghasil pendapatan negara,” sebut Anggota DPRD Sumut Viktor Silaen memulai tanggapannya terhadap maraknya penderesan atau penyadapan pinus diduga ilegal di Samosir, Selasa (9/03) yang dilansir dari berbagai media.

Viktor mengatakan, terhadap persoalan maraknya penderesan pohon pinus diduga ilegal di Samosir, sisi lainnya menunjukkan bahwa Kepala KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul tak becus dalam melaksanakan tugas.

Jelasnya, masalah penyadapan pinus diduga ilegal itu sendiri telah menuai kegerahan masyarakat hingga puncaknya membuat pengaduan dan melakukan penggerebekan, hingga nyaris adu jotos.

Pantauan Japosco di lapangan, penyadapan kayu pinus sudah lama berlangsung tanpa ada pengawasan yang melekat dari instansi terkait, dimana sasaran penyadapannya di areal kehutanan dan lahan masyarakat.

Sesuai keterangan masyarakat Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir yang tidak mau disebut namanya kepada Japosco mengatakan, kayu pinus yang disadap di areal masyarakat adalah hasil Program Penghijauan tanaman 1978 yang pada sekarang sudah besar dan rata-rata berdiameter 30-35 cm.

“Tempat penanaman program penghijauan tersebut pada umumnya daerah tandus dan berbukit yang tujuannya agar tetap lestari ditumbuhi pohon dan menjaga longsor ketika musim penghujan,” sebut masyarakat Huta Tinggi tersebut.(Jbr)

 126 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *